BPBD Bantul salurkan 1,5 juta liter air bersih ke wilayah kekeringan

id kekeringan bantul,bantuan air bantul,dampak kekeringan

BPBD Bantul salurkan 1,5 juta liter air bersih ke wilayah kekeringan

Mobil tangki air yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul untuk menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul (BPBD) di Daerah Istimewa Yogyakarta sejak awal tahun 2019 sampai sekarang sudah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,5 juta liter ke beberapa wilayah yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

"Bantuan untuk pemenuhan air bersih masyarakat di wilayah Bantul yang sudah disalurkan BPBD sampai saat ini sebanyak 1.536.000 liter," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Bantul Aka Luk Luk saat dihubungi di Bantul, Kamis.

BPBD Bantul menyalurkan bantuan air menggunakan tangki dengan kapasitas 4.000 liter dan 5.000 liter ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan seperti Kecamatan Pleret, Dlingo, Imogiri, Piyungan, Pundong dan Pandak.

"Wilayah timur itu saat ini masih membutuhkan dukungan untuk pemenuhan air bersih, jadi dropping air bersih setiap hari masih melakukan, selain dari BPBD, Tagana, dan PMI juga dari lembaga yang lain," kata Aka.

Ia menambahkan, saat ini bantuan air bersih justru lebih banyak datang dari warga atau komunitas dan BPBD juga membantu mendistribusikan bantuan air bersih dari masyarakat.

"Tiap hari masih terus mengirim bantuan. Kalau Oktober ini masuk musim peralihan dari kemarau ke hujan. Dan saat ini yang masih di dropping air itu di Dlingo, Imogiri, Piyunyan, tiga kecamatan itu yang paling tinggi dampak kekeringannya," katanya.

Selain kekurangan air bersih, kekeringan akibat kemarau panjang juga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bantul.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar