Ini makna batik "Tambal Pamiluto" yang dikenakan Iriana Jokowi

id Pelantikan presiden, jokowi, iriana jokowi

Ini makna batik "Tambal Pamiluto" yang dikenakan Iriana Jokowi

Presiden Joko Widodo didampingi keluarga meninggalkan Istana Merdeka menuju lokasi pelantikan di gedung DPR/MPR Jakarta pada Minggu (20/10) (Desca Lidya Natalia)

Jadi seakan beliau ingin menunjukkan keberagaman yang dihadirkan dan dijadikan satu melalui motif ini, dan sangat cantik ketika dilihat.
Jakarta (ANTARA) - Istri Presiden Republik Indonesia terpilih, Iriana Joko Widodo (Iriana Jokowi) terlihat mengenakan kain batik bermotif "tambal pamiluto", yang rupanya memiliki makna dan filosofi mendalam di baliknya.

Menurut Diana Santosa dari Yayasan Batik Indonesia, motif batik asal Magkunegaran, Surakarta itu memiliki makna "memikat", dan merupakan penyatuan dari motif batik lainnya menjadi satu.

"Jadi batik motif 'tambal pamiluto' ini maknanya cukup bagus karena dasarnya, motif ini menyatukan berbagai macam motif di dalam satu motif ragam hias," kata Diana saat dihubungi Antara di Jakarta, Minggu.

"Jadi seakan beliau ingin menunjukkan keberagaman yang dihadirkan dan dijadikan satu melalui motif ini, dan sangat cantik ketika dilihat," lanjutnya.

Diana menambahkan, corak tambal pamiluto ini menggabungkan motif lainnya seperti motif batik parang dan lainnya. Ia menilai, Iriana Jokowi memiliki pilihan yang bagus untuk menunjukkan keberagaman melalui kain batiknya.

"Motif tambal itu bermacam-macam. Dipadukan dengan kebaya putih, beliau juga terlihat bersih dan gagah, serta batiknya pun sangat menonjol. Dan bagaimana seorang pemimpin dapat merajut keberagaman sangat terlihat," ujarnya.

Sementara itu, Sidang Paripurna Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Masa Jabatan 2019-2024 akan disaksikan 711 anggota MPR RI yang terdiri dari 575 anggota DPR RI dan 136 anggota DPD RI.

Sidang Paripurna tersebut dihelat di gedung Parlemen, Jakarta dan dihadiri sejumlah tokoh nasional maupun kenegaraan.
Baca juga: OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta dituntut inovatif dan "melek" IT
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar