Kampung iklim di Yogyakarta dinilai membutuhkan komitmen keberlanjutan

id Proklim,penghijauan,pemilahan sampah

Kampung iklim di Yogyakarta dinilai membutuhkan komitmen keberlanjutan

Ilustrasi lorong sayur di Kota Yogyakarta sebagai salah satu kegiatan pertanian perkotaan sekaligus penghijauan (Eka Arifa R)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menilai program kampung iklim yang digulirkan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan masih membutuhkan komitmen kuat dari masyarakat agar program tersebut bisa dilaksanakan secara terus menerus dan berkelanjutan.



“Masyarakat masih memahami pelaksanaan program kampung iklim (proklim) dalam satu rentang waktu saja. Misalnya, baru melakukan kegiatan menjelang penilaian,” kata Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Very Tri Jatmiko di Yogyakarta, Senin.



Seharusnya, lanjut dia, masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya secara terus menerus dengan menerapkan berbagai kegiatan, mulai dari penghijauan, kebersihan, pengolahan sampah, dan pemanfaatan energi ramah lingkungan.



“Empat aspek tersebut merupakan aspek utama dalam pelaksanaan proklim,” katanya.



Very menambahkan, masyarakat di Kota Yogyakarta sebenarnya sudah memiliki berbagai kegiatan untuk melaksanakan program kampung iklim hanya saja belum terkoordinasi dengan baik.



Sejumlah kegiatan untuk pelestarian lingkungan di antaranya membuat lorong sayur, pemilahan dan pengolahan sampah melalui bank sampah, dan pembuatan biopori serta kampanye untuk hemat energi.



Oleh karena itu, Very berharap masyarakat tidak perlu terbebani dengan menyusun kegiatan baru untuk melaksanakan proklim. ”Apa yang sudah ada hanya perlu terus dilakukan, meski tetap membutuhkan penguatan dan koordinasi sehingga hasil penilaian proklim pun optimal,” katanya.



Hanya saja, lanjut dia, dibutuhkan konsistensi dan komitmen yang kuat dari masyarakat untuk menjalankan berbagai program tersebut secara berkesinambungan.



Dalam pelaksanaan proklim, lanjut Very, dilakukan penilaian secara berjenjang hingga ke tingkat pusat. Program tersebut digulirkan untuk menguatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim yang tidak dapat dihindari.



Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Kadri Renggono mengatakan, pemerintah akan memberikan pendampingan bagi masyarakat dalam melaksanakan program kampung iklim.



“Ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan di wilayah yang perlu terus mendapat dukungan dari pemerintah,” katanya.



Bagaimanapun juga, lanjut Kadri, proklim ditujukan untuk menyiapkan kondisi lingkungan agar memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi berbagai risiko perubahan iklim sekaligus mampu melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim global.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar