DPRD Bantul garap pariwisata bangkitkan ekonomi masyarakat

id Reses DPRD

DPRD Bantul garap pariwisata bangkitkan ekonomi masyarakat

Kegiatan reses atau jaring aspirasi anggota DPRD Bantul, DIY di Balai Desa Pleret Bantul, (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggarap sektor pariwisata yang sedang berkembang di wilayah daerah pemilihannya sebagai upaya membangkitkan ekonomi masyarakat melalui usaha jasa pariwisata.

"Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sektor pariwisata yang paling utama, karena memang tempat-tempatnya sudah ada, tinggal bagaimana dikelola dengan baik," kata Anggota DPRD Bantul Rony Wijaya Indra Gunawan di Desa Pleret, Kabupaten Bantul, Senin.

Keinginan menggarap sektor pariwisata untuk menggerakkan ekonomi masyarakat juga ditegaskan wakil rakyat Bantul dari Partai Demokrat tersebut saat mengadakan reses atau jaring aspirasi yang dipusatkan di balai Desa Pleret dan dihadiri konstituen dari tiga kecamatan Daerah Pemilihan (Dapil)nya pada Minggu (20/10).

Dia menyebutkan, salah satu sektor pariwisata yang masih perlu digarap adalah Puncak Sosok yang ada di Bawuran Pleret, di mana objek wisata tersebut lagi hits, namun untuk akses menuju lokasi puncak masih belum memadai untuk kendaraan roda empat atau mobil.

Oleh karena itu, kata dia, infrastruktur jalan untuk mendukung kenyamanan akses wisatawan ke objek wisata akan menjadi prioritas program di awal dirinya menjadi wakil rakyat ini, dan akan diusulkan ke pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Untuk itu, kata dia, melalui jaring aspirasi tersebut dirinya ingin menerima dan menampung usulan dari masyarakat di tiga kecamatan yaitu Pleret, Dlingo dan Imogiri untuk program pembangunan di wilayahnya untuk kemudian dirumuskan setelah proses jaring aspirasi tuntas dan dievaluasi DPRD bersama OPD terkait.

"Usulan tergantung dari anggota dewan. Ini semua usulan kita tampung dulu. Nanti akan kita evaluasi prioritas dibutuhkan masyarakat. Karena nanti tergantung sumber anggarannya, karena terbatas, maka mana yang lebih dulu dibutuhkan masyarakat," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar