Kirab Budaya Santri di Bantul menyemarakkan Hari Santri Nasional 2019

id Peringatan Hari Santri

Kirab Budaya Santri di Bantul menyemarakkan Hari Santri Nasional 2019

Apel Santri dan Kirab Budaya Santri dalam peringatan Hari Santri Nasional 2019 tingkat Kabupaten Bantul, DIY (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Kirab Budaya Santri yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta di kawasan Lapangan Paseban depan Rumah Dinas Bupati menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2019 tingkat kabupaten setempat.

"Tahun 2019 ini kita melaksanakan kegiatan Hari Santri Nasional, kegiatan pada hari ini apel santri se-Bantul yang dilanjutkan dengan kirab budaya santri dengan mengambil tema Santri Indonesia, Santri Berbudaya Nusantara," kata Koordinator Relawan Hari Santri Nasional (HSN) Bantul Atthobari Humam di Bantul, Selasa.

Menurut dia, kegiatan Apel dan Kirab Budaya Santri yang dihadiri Bupati Bantul dan Wakil Bupati Bantul ini melibatkan sekitar 15 ribu orang, terdiri para santri semua pondok pesantren, madrasah-madrasah di Bantul, baik itu madrasah negeri maupun swasta maupun organisasi terkait lainnya

"Untuk apel santri sendiri mengambil tema nasional yaitu Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia. Alhamdulillah kegiatan meriah walaupun tidak dilaksanakan pada hari libur, itu karena siswa siswi santri cukup antusias untuk kegiatan apel," katanya.

Menurutnya serangkaian kegiatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober dimulai pada Minggu (20/10) yang lalu dimana dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial dan Roan Akbar yang melibatkan sekitar 2.500 santri se-Bantul, bersih lingkungan tersebut dipusatkan di kawasan Sungai Winongo wilayah Niten.

"Kemudian bakti sosial di sekitar Wijirejo Pandak, Pasar Pleret dan kawasan Pantai Samas serta makam ulama di Ngrukem. Kemudian akan dilaksanakan ekspo santri dan festival santri pada tanggal 23 dan 25 Oktober. Kegiatan akan ditutup dengan pengajian akbar pada 25 Oktober," katanya.

Dia mengatakan, untuk ekspo santri tersebut yang membedakan dengan kegiatan HSN Bantul pada 2018 yang tidak diadakan kegiatan tersebut.

"Jadi Ekspo itu menampilkan potensi-potensi yang ada di ponpes (pondok pesantren), jadi di masing-masing ponpes kita sediakan stan ekspo untuk mereka jadikan promosi terhadap potensi yang ada di ponpes," kata Atthobari.

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono dalam amanatnya mengatakan, bahwa sejak Hari Santri ditetapkan pada 2015, kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahun dengan tema berbeda-beda. Dan pada peringatan HSN 2019 mengambil tema "Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia".

"Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Dan pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam 'Rahmatan Lil Alamin', Islam ramah dan moderat dalam beragama," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar