Kesepakatan pembangunan "tower" Balai Kota Yogyakarta ditunda

id Tower balai kota,pembangunan

Kesepakatan pembangunan "tower" Balai Kota Yogyakarta ditunda

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (tengah) didampingi Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko (kanan) dan Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya (kiri) memberikan keterangan tentang review pembangunan tower Balai Kota Yogyakarta, Selasa (22/10/2019). (Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan DPRD setempat terkait pekerjaan tahun jamak pembangunan Gedung Unit XI atau “tower” Balai Kota Yogyakarta ditunda untuk keperluan “review” kemampuan anggaran.



Penundaan penandatangan kesepakatan tersebut diputuskan dalam rapat paripurna yang digelar di DPRD Kota Yogyakarta, Selasa, setelah sebelumnya sejumlah anggota legislatif mengajukan interupsi terkait rencana pembangunan “tower” Balai Kota Yogyakarta yang dianggarkan dengan sistem tahun jamak.



“Dengan mempertimbangkan beberapa hal, maka penandatanganan kesepakatan ditunda. Akan dilakukan ‘review’ terkait alokasi anggaran pembangunan gedung oleh tim anggaran Pemkot Yogyakarta dengan Badan Anggaran,“ kata Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko.



Berdasarkan alokasi awal, pembangunan “tower” Balai Kota Yogyakarta dianggarkan sebesar Rp112,1 miliar yang terdiri dari alokasi anggaran sebesar Rp32,1 miliar pada APBD 2020, dan Rp79,9 miliar pada APBD 2021.



“Kami akan cermati lagi plafon anggarannya untuk memastikan agar alokasi anggaran di APBD 2020 dan 2021 tetap seimbang sehingga kegiatan fisik dan nonfisik tetap berjalan dengan baik dan tidak rencana pembangunan lima tahunan,” katanya.



Danang memastikan, rencana pembangunan “tower” balai kota tersebut sudah didesain sejak lama dan bukan merupakan program yang baru saja muncul. “Harapannya, review bisa dilakukan cepat sehingga bisa langsung dimasukkan dalam kebijakan umum anggaran,” lanjutnya.



Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengatakan, pembangunan “tower” balai kota tersebut sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu dan penyusunan “detail engineering design” dilakukan tahun ini.



“Pembangunan gedung ini tidak direncanakan tiba-tiba. Semua rencana terdokumentasikan dengan baik dan jelas,” katanya.



Ia menyebut, penundaan kesepakatan bukan berarti ada penolakan terhadap rencana tersebut tetapi yang dilakukan adalah ‘review’ terhadap anggaran yang dialokasikan sehingga tidak mempengaruhi kebijakan fiskal Pemerintah Kota Yogyakarta.



Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, menyerahkan sepenuhnya pembahasan “review” anggaran tersebut kepada tim anggaran pemerintah daerah dan badan anggaran. “Saya tunggu saja bagaimana hasilnya,” katanya.



Ia menyebut, seluruh anggaran untuk pembangunan Gedung Unit XI tersebut berasal dari APBD Kota Yogyakarta. “Keberadaan gedung ini akan bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” katanya.

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar