Yogyakarta menyiapkan pemutakhiran data penerima bantuan GNOTA

id GNOTA, orang tua asuh, bantuan

Yogyakarta menyiapkan pemutakhiran data penerima bantuan GNOTA

Pemberian bantuan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) kepada sejumlah siswa di Kota Yogyakarta. ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Yogyakarta akan melakukan pemutakhiran data penerima bantuan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh sehingga seluruh anak memperoleh bantuan sesuai yang dibutuhkan, baik di bidang pendidikan maupun keterampilan.

“Akan ada ‘update’ data yang akan dilakukan tahun depan. Kalau dilakukan sekarang, waktunya sudah tidak cukup,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, bantuan dari Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) tidak hanya akan ditujukan untuk membantu anak usia sekolah menyelesaikan pendidikan hingga memenuhi ketentuan wajib belajar saja dengan pendidikan formal, tetapi juga bisa digunakan untuk membantu memberikan pendidikan keterampilan melalui pendidikan nonformal.

Ia menyebut, tidak semua anak membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan pendidikan tetapi ada pula kasus-kasus khusus yang menyebabkan anak lebih banyak membutuhkan bantuan keterampilan atau magang kerja.

“Magang atau pendidikan keterampilan akan lebih difokuskan pada kegiatan ekonomi kreatif,” katanya.

Pada penyaluran bantuan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh DIY tahun ajaran 2019/2020, terdapat 81 siswa SD, 25 siswa SMP/MTs serta lima siswa SMK di Kota Yogyakarta yang memperoleh bantuan.

Nilai bantuan bervariasi yaitu Rp240.000 untuk SD, Rp360.000 untuk SMP dan Rp480.000 untuk SMK sehingga total bantuan yang diberikan mencapai Rp30,84 juta.

Selain pemutakhiran data, juga akan diupayakan untuk menambah jumlah donatur untuk program orang tua asuh. Saat ini donatur berasal dari dua perusahaan yaitu PT Sari Husada Generasi Mahardika dan Pamella Swalayan.

Pada tahun ajaran 2019/2020, total bantuan yang diberikan oleh GNOTA DIY mencapai Rp190,68 juta untuk seluruh kota/kabupaten di DIY yang diberikan kepada 706 anak terdiri dari 540 siswa SD, 163 siswa SMP dan sederajat, dan lima siswa SMK.

Nilai bantuan yang diberikan pada tahun ini mengalami kenaikan dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya untuk seluruh jenjang pendidikan.

Ketua GNOTA Kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun berpesan agar bantuan yang diterima dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah seperti membeli buku, tas sekolah, baju seragam, hingga sepatu.

“Tidak boleh dipakai membeli pulsa atau barang lain yang tidak berhubungan dengan kegiatan sekolah,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar