Dinas Pertanian Yogyakarta sebut 70 persen populasi hewan divaksinasi rabies

id rabies,vaksinasi,Yogyakarta

Dinas Pertanian Yogyakarta sebut 70 persen populasi hewan divaksinasi rabies

Ilustrasi vaksinasi rabies (ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memastikan lebih dari 70 persen populasi hewan yang bisa menjadi perantara penularan rabies ke manusia, yaitu anjing, kucing, dan kera di kota tersebut sudah memperoleh vaksinasi rabies.

“Minimal 70 persen populasi tervaksinasi rabies dan pada tahun ini, kami mencatat sudah ada lebih dari 3.000 anjing dan kucing yang memperoleh vaksinasi rabies. Sudah lebih dari batas minimal,” kata Kepala Bidang Kehewanan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Alladriya di Yogyakarta, Kamis.

Meskipun jumlah hewan yang memperoleh vaksinasi rabies sudah cukup banyak, namun Alladriya mengatakan pemberian vaksin rabies harus tetap dilakukan satu tahun sekali sehingga hewan memiliki daya tahan yang lebih tinggi agar tidak tertular penyakit tersebut.



“Kami memiliki kegiatan rutin untuk pemberian vaksinasi rabies secara gratis. Pada tahun ini, sudah ada dua kali kegiatan vaksinasi rabies secara gratis dan peminatnya banyak,” katanya.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta berencana menggelar kembali vaksinasi rabies gratis bersamaan dengan kegiatan Festival Fauna Nusantara yang akan digelar di kompleks Balai Kota Yogyakarta pada Sabtu (26/10) dan Minggu (27/10).

“Vaksinasi rabies ini ditujukan untuk anjing, kucing, dan kera yang dimiliki warga Kota Yogyakarta. Kegiatan ini juga untuk menyisir kembali jika masih ada hewan yang belum sempat divaksinasi pada program sebelumnya,” katanya.

Sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar hewan bisa mengakses vaksin rabies adalah sudah berusia minimal empat bulan, dalam kondisi sehat, tidak sedang hamil atau menyusui, dan sudah diberikan obat cacing.


Alladriya berharap, akan ada banyak warga yang memanfaatkan program tersebut karena jika dilakukan di klinik maka biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh vaksin rabies cukup mahal yaitu sekitar Rp100.000.

Sampai saat ini, lanjut dia, Yogyakarta adalah wilayah yang bebas rabies meskipun ada beberapa kasus gigitan anjing sepanjang 2019. Jika terjadi kasus gigitan anjing, maka korban harus segera ditangani di fasilitas layanan kesehatan.

Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki Rabies Center yang berada di Puskesmas Jetis dan Puskesmas Mergangsan. “Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah membersihkan luka gigitan menggunakan sabun karena sabun bisa mengurai protein yang ada di liur anjing,” katanya.

Sedangkan untuk hewan yang menggigit juga harus menjalani observasi atau karantina selama 14 hari. Jika hewan dinyatakan sehat, maka akan memperoleh surat bebas rabies sekaligus vaksin. “Jika hewan memang tertular rabies, maka sangat dimungkinkan akan mati dalam waktu kurang dari 14 hari,” katanya.

Alladriya menambahkan, pelaksanaan vaksinasi rabies tersebut juga sangat penting untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kota Yogyakarta karena wisatawan dipastikan merasa takut dan khawatir jika Yogyakarta dinyatakan mengalami wabah rabies.

“Wisatawan mungkin akan mengurungkan niat berkunjung ke Yogyakarta jika ada wabah rabies. Oleh karena itu, kami sangat intensif menggelar kegiatan ini untuk memastikan Yogyakarta bebas rabies,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar