Rutan Wates memberi piagam pemberi informasi keberadaan narapidana kabur

id Narapidana kabur,Rutan Wates,Kulon Progo

Rutan Wates memberi piagam pemberi informasi keberadaan narapidana kabur

Rumah Tahanan Kelas IIB Wates Kabupaten Kulon Progo, memberikan penghargaan kepada warga yang memberikan informasi dan melaporkan  keberadaan lima narapidana yang kabur pada Minggu (27/10). Dua warga yang mendapat penghargaan, yakni AM warga Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, dan Mar warga Desa Beji, Kecamatan Wates. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Rumah Tahanan Kelas IIB Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan penghargaan kepada warga yang memberikan informasi dan melaporkan keberadaan lima narapidana yang kabur pada Minggu (27/10).

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Klas IIB Wates, Supriyatno di Kulon Progo, Rabu, mengatakan perhargaan berupa sertifikat ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada warga yang berperan serta dalam menangkap narapidana yang kabur.
 

Dua warga yang mendapat penghargaan, yakni AM warga Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, dan Mar warga Desa Beji, Kecamatan Wates.

AM melaporkan kepada petugas dan melakukan penangkapan terhadap dua napi yang kabur, Taufikurahman dan Abdul Azizi di wilayah Pedukuhan Blumbang, Karangsari, Kecamatan Pengasih. Sedangkan Mar, memberikan informasi keberadaan Sutristiyanto yang bersembunyi di kebun jagung yang ada di Beji, Kecamatan Wates.

"Kedua warga ini membantu penangkapan tiga dari lima orang narapidana yang kabur. Penghargaan ini juga menjadi bukti autentik dari Kementerian Hukum dan HAM kepada warga," kata Supriyatono usai upacara Hari Dharma Karya Dika 2019 di Rutan Kelas IIB Wates.

Ia mengatakan tanpa bantuan warga, penangkapan narapidana kabur ini bisa saja berlangsung lebih lama. Ia mengapresiasi peran aktif warga masyarakat dalam proses pengejaran dan penangkapan ini.

"Ke depan, kami akan lebih mendekatkan kepada warga Kulon Progo terkait pentingnya informasi, supaya ketika ada kejadian serupa bisa langsung ditangani dengan cepat," katanya.

Salah satu warga yang mendapat penghargaan Mar mengaku telah memberikan informasi adanya napi Sutristiyanto di lahan persawahan. Saat kejadian, Selasa (29/10) dirinya diminta mencarikan sabit pemilik sawah yang digunakan untuk persembunyian Sutristiyanto.

Saat itu, dirinya menemukan Sutristiyanto dalam kondisi lemah dan kaki bengkak. Saat didekati, Sutristiyanto minta supaya tidak melaporkannya kepada polisi. Hal ini yang kemudian melandasi Mar untuk melapor.

"Saya kemudian bertemu salah seorang anggota TNI dan saya minta diantar ke rutan,” katanya.

Dari laporan inilah petugas rutan bersama polisi dan warga beramai-ramai mendatangi sawah. Hingga akhirnya Sutristiyanto berhasil ditangkap dan langsung dievakuasi ke dalam rutan.

Sementara itu, AM mengaku tidak menyangka bila langkahnya bersama empat warga lain mengamankan dua napi membuat dirinya menerima penghargaan. Warga saat itu murni membantu petugas Rutan tanpa pamrih.

Informasi narapidana kabur ini justru membuat resah warga. Pasalnya, bisa saja situasi keamanan di lingkungan sekitar permukiman menjadi kacau.

"Kami sempat ngobrol dengan mereka dan mau ngojek ke Kentheng. Tetapi kita tidak mau dan melaporkan kepada pegawai rutan sebelum ditangkap,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar