Sleman memasang 40 "tapping box" untuk optimalkan penerimaan pajak

id Tapping box,Pemkab Sleman,Sleman,Penerimaan pajak,Hotel restoran,Area parkir

Sleman memasang 40 "tapping box" untuk optimalkan penerimaan pajak

Logo Pemkab Sleman (ANTARA Yogja)

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam pekan ini akan memasang sebanyak 40 unit tapping box di 29 wajib pajak untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.

"Hal ini merupakan tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) No 25/2019 tentang Pemantauan Secara Online kepada Wajib Pajak," kata Kepala Sub Bidang Pendataan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman Deni Ria Setiawati di Sleman, Senin.

Menurut dia, peraturan tersebut diterbitkan sebagai pelaksanaan MoU antara KPK, Gubernur DIY, dan bupati/walikota terkait supervisi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditandatangani 6 Juli 2019.

"Menindaklanjuti perbup tersebut, kami akan memasang tapping box di sejumlah hotel, restoran, tempat hiburan, dan tempat parkir di Sleman. Piranti ini berfungsi untuk merekam setiap transaksi," katanya.

Ia mengatakan sampai akhir tahun pihaknya menargetkan 290 unit tapping box sudah terpasang di hotel, restoran, tempat hiburan, dan parkir.

"Dalam pekan ini kami menargetkan 40 unit tapping box sudah terpasang di 29 wajib pajak. Secara prosedur, sebelum memasang alat tersebut kami akan melakukan survei terlebih dulu," katanya.

Deni mengatakan survei dilakukan untuk melihat jumlah tapping box yang akan dipakai. Karena untuk satu wajib pajak terkadang bisa membutuhkan lebih dari satu unit tapping box.

Setelah terpasang, tapping box langsung bisa merekam transaksi dari wajib pajak.

"Data transaksi tersebut nantinya terhubung dengan perangkat informasi di BKAD Sleman serta KPK. Sehingga pendapatan pajak dari tiap sektor dapat selalu dimonitor," katanya.

Ia mengatakan meski demikian pihaknya tetap akan melakukan koreksi dan evaluasi. Jika didapati data perekaman transaksi tidak sesuai dengan yang ada di lapangan.

"Jika memang belum ada kesamaan tentunya harus ada koreksi dan klarifikasi," katanya.

Berdasarkan data dari BKAD Kabupaten Sleman, tahun ini target PAD Sleman sebesar Rp903 miliar. Sementara yang sudah tercapai hingga September 2019 yaitu Rp717 miliar. Oleh karena itu, kata dia, dengan sisa waktu hingga akhir tahun pemkab harus bisa mendapatkan Rp185 miliar agar PAD dapat sesuai target.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar