Pekerjaan revitalisasi pedestrian Jalan Sudirman Yogyakarta capai 56 persen

id Pedestrian,jalan sudirman,Revitalisasi

Pekerjaan revitalisasi pedestrian Jalan Sudirman Yogyakarta capai 56 persen

Ilustrasi pekerjaan revitalisasi pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Pekerjaan revitalisasi pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, mencapai 56 persen atau melebihi target tata kala yang ditetapkan pada awal November yaitu 47 persen.

“Sudah lebih cepat dari target sehingga kami tetap optimistis seluruh pekerjaan bisa selesai sesuai target waktu yang ditetapkan. Akhir tahun sudah bisa digunakan,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, sisa pekerjaan yang masih harus dilakukan untuk proyek revitalisasi pedestrian Jalan Jenderal Sudirman adalah menyelesaikan pemasangan lantai trotoar dan berbagai “street furniture” yang akan melengkapi fungsi pedestrian di salah satu ruas jalan utama di Kota Yogyakarta tersebut.

Seluruh bahan baku dan material yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek pekerjaan tersebut, lanjut Umi, sudah tersedia dan hanya tinggal dipasang saja. Seluruhnya sudah tersimpan di gudang milik DPUPKP Kota Yogyakarta.

“Di beberapa titik, seperti di depan Wisma Hartono, sudah mulai dilakukan pemasangan teraso sebagai lantai trotoar, bahkan taman di trotoar juga sudah terlihat,” kata Umi.

Ia menambahkan, pekerjaan revitalisasi di sisi utara Jalan Jenderal Sudirman memang lebih diutamakan untuk segera diselesaikan sebagai tolok ukur evaluasi pekerjaan. “Pedestrian di sisi utara sengaja diselesaikan lebih cepat untuk melihat apakah masih ada yang perlu disempurnakan atau tidak,” katanya.

Pekerjaan revitalisasi pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman tersebut, lanjut Umi, sempat terkendala kondisi di lapangan. Selain membenahi trotoar, juga sekaligus dilakukan perbaikan drainase dan pembuatan “ducting” untuk kabel optik.

Umi menyebut, dalam pekerjaan revitalisasi pedestrian baru diketahui jika ada belasan rumah atau bangunan yang membuang air limbah mereka ke saluran air hujan yang berada di bawah trotoar. “Sebelumnya, kami mengira jika setiap bangunan memiliki septic tank. Ternyata, masih ada yang membuang ke saluran air hujan. Ini yang menjadi kendala,” katanya.

Oleh karena itu, pekerjaan revitalisasi pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman kemudian ditambah dengan pekerjaan pembuatan saluran air limbah yang dikerjakan oleh Bidang Permukiman DPUPKP Kota Yogyakarta melalui APBD Perubahan 2019.

“Kami pun harus menunggu penyelesaian pembuatan saluran air limbah sebelum memasang teraso. Makanya, pekerjaan terkesan lambat tetapi sebenarnya masih berada dalam tata kala realisasi yang ditargetkan,” katanya.

Ia meyakini, pemasangan teraso dan “street furniture” bisa dilakukan lebih cepat dan tanpa kendala apapun. “Capaian pekerjaan pun akan meningkat signifikan jika lantai trotoar dan kelengkapan trotoar terpasang,” katanya.

Selain di Jalan Jenderal Sudirman, DPUPKP Kota Yogyakarta juga melakukan revitalisasi pedestrian di Jalan Adi Sutjipto. Trotoar juga akan dibangun menggunakan bahan teraso. “Untuk pekerjaan ini, sudah terselesaikan sekitar 45 persen,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar