Wabup Sleman meresmikan sejumlah proyek padat karya Dana BKK

id Wabup Sleman,Proyek padat karya,Sleman,Dinas tenaga kerja sleman

Wabup Sleman meresmikan sejumlah proyek padat karya Dana BKK

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun meresmikan proyek padat karya 2019. Foto Antara/HO)Humas Sleman

Sleman (ANTARA) - Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Muslimatun, meresmikan Proyek Padat Karya Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun 2019 yang telah dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman berupa pembuatan jalan dan irigasi di 11 desa.

Peresmian ini dipusatkan di Padukuhan Krajan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Rabu.

Sementara desa-desa yang melaksanakan proyek pembangunan jalan adalah Krajan, Potrowangsan, Kwagon, Pare IV dan Desa Sawahan yang berada di Kecamatan Godean.

Kemudian Desa Jodag, Kecamatan Mlati, Desa Krandon dan Desa Semingin di Kecamatan Moyudan, Desa Maredan dan Desa Kuton di Kecamatan Berbah.

Untuk pembangunan irigasi di Desa Gatak, Sumberagung, Moyudan. Adapun anggaran yang dikeluarkan sejumlah Rp174.655.500 per lokasi.

Pelaksanaan proyek padat karya dilakukan secara bertahap, yaitu Agustus 2019 pada tahap satu, kemudian dilanjutkan tahap kedua pada September 2019.

Proyek-proyek tersebutdikerjakan oleh 52 orang di setiap lokasinya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman Sutiasih mengatakan, padat karya merupakan program pemerintah berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Program padat karya diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga terjadi pemerataan ekonomi ke perdesaan sekaligus untuk mengatasi kesenjangan," katanya.

Menurut dia, tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama penganggur dan setengah penganggur (jam kerjanya kurang dari 40 jam per minggu).

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun manyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi dalam mengsukseskan Program.

Kemudian dilanjutkan dengan penyerahkan piagam kepada kepala-kepala padukuhan yang telah melaksanakan program padat karya.

Sri Muslimatun mengatakan pembangunan insfrastruktur memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas fisik produktif .

"Oleh karena itu, saat ini 10 dari 11 proyek yang kita tinjau menitikberatkan pada pengerasan akses jalan, sedangkan satu proyek lain diperuntukkan untuk membangun talud di Dusun Gathak Sumberagung, Kecamatan Moyudan," katanya.

Ia mengatakan, dilaksanakanya kegiatan padat karya tersebut dalam rangka menanggulangi permasalahan sosial, terutama pada wilayah yang sarana dan prasarannya ekonominya dirasakan masing sangat kurang.

"Dengan kemudahan akses jalan dapat memudahkan petani dalam mendistribusikan hasil penen, selain itu proyek pembangunan tersebut juga melibatkan sumber daya lokal sehingga dapat menjadi kekuatan modal sosial masyarakat terhadap pemeliharaan hasil proyek ini," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar