Gubernur DIY melantik Sutedjo sebagai Bupati Kulon Progo

id sutedjo,sultan,kulon progo

Gubernur DIY melantik Sutedjo sebagai Bupati Kulon Progo

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memimpin pengambilan sumpah janji Sutedjo sebagai Bupati Kulon Progo di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Kamis. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

visi "Kulon Progo Sehat" harus diimplementasikan lewat misi peningkatan derajat kesehatan rakyat. Salah satu programnya adalah dengan mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat, misalnya, dengan pelayanan puskemas 24 jam.
Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo sebagai Bupati Kulon Progo di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Kamis.

Sutedjo dilantik sebagai Bupati Kulon Progo untuk sisa masa jabatan 2019-2022 menggantikan Bupati Kulon Progo sebelumnya Hasto Wardoyo yang telah mengundurkan diri untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sejak 1 Juli 2019.

"Ibarat sebuah kapal kini Kulon Progo telah memiliki nakhoda sekaligus navigator baru," kata Sultan HB X seusai melantik Tedjo.

Meski demikian, menurut Sultan, karena sementara ini belum memiliki wakil, tugas Sutedjo lebih dari seorang nakhoda bagi masyarakat Kulon Progo.

"Lebih dari pada seorang nakhoda yang membawa kapal ke pelabuhan berikutnya, tetapi juga sumber inspirasi dan kearifan bagi seluruh rakyatnya," tutur Sultan.

Baca juga: Kulon Progo akan terapkan sistem informasi posyandu

Menurut Sultan, potensi dan prospek pembangunan Kulon Progo dapat menjadi generator pembangunan di DIY. Potensi itu, antara lain pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta dan aerotropolisnya, akselerasi kawasan industri Sentolo, infrastruktur konektivitas bandara dan Bedah Menoreh, serta Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

"Kepemimpinan bupati ini hendaknya dapat melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya dan mewujudkan potensi itu menjadi realisasi demi sebesar-besar kesejahteraan rakyat," kata dia.

Sultan mengatakan visi "Kulon Progo Sehat" harus diimplementasikan lewat misi peningkatan derajat kesehatan rakyat. Salah satu programnya adalah dengan mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat, misalnya, dengan pelayanan puskemas 24 jam.

Oleh sebab itu, berkaitan dengan visi "Kulon Progo Sehat" tersebut, Sultan berharap Sutedjo selaku bupati yang baru melakukan evaluasi terhadap peta jalan dan sampai di mana pencapaiannya. "Apakah harapan pada akhir masa jabatan di tahun 2022 bisa tercapai," ujar dia.

Sultan berpesan agar Tedjo dapat bersinergi dengan R. Kadarmanta Baskara Aji selaku Sekda DIY yang baru dilantik pada Rabu (6/11).

"Sebagai bupati tidak hanya dituntut mempengaruhi dan memotivasi tetapi juga harus mampu mengintegrasikan gerak maju seluruh elemen masyarakat dalam pencapaian visi-misinya," ucap Raja Keraton Yogyakarta ini.

Baca juga: Realisasi produksi perikanan tangkap Kulon Progo capai 362,05 ton

Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyampaikan terima kasih kepada Hasto Wardoyo yang telah mengemban amanah Bupati Kulon Progo pada awal masa jabatan yang lalu.

"Atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan dengan telah selesai masa pengabdiannya selama ini baik sebagai abdi negara maupun abdi masyarakat," kata dia.

Ditemui seusai pelantikan, Sutedjo berkomitmen di awal masa jabatannya sebagai Bupati Kulon Progo akan mendayagunakan momentum pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta. "Kita tidak ingin kehilangan momentum itu," ujarnya.

Selanjutnya untuk mempercepat konektivitas ke Bandara Kulon Progo, ia akan melakukan upaya semaksimal mungkin termasuk mencari terobosan pendanaan baik ke Pemerintah Pusat maupun bekerja sama dengan sejumlah lembaga.

"Kami mengakui kapasitas APBD kami relatif kecil bahkan paling kecil di antara kabupaten/kota se-DIY sehingga kami harus melakukan upaya untuk mencari terobosan," kata dia.

Ia juga memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pemerintahan desa. Pasalnya, sebagai orang nomor satu di Kulon Progo, Tedjo mengaku merintis kariernya mulai dari level desa.

"Saya tahu problematika di desa karena saya jadi pembantu carik (sekdes) dua tahun, kepala desa 12 tahun, camat lima tahun, Kabag Pemdes lima tahun, Asekda Kulon Progo 5 tahun sehingga persoalan-persoalan khususnya pemerintahan desa saya paham," tuturnya.
Baca juga: Kulon Progo naikkan anggaran jaminan kesehatan
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar