UGM sembilan tahun perjuangkan Prof Dr Sardjito sebagai Pahlawan Nasional

id sardjito,pahlawan nasional

UGM sembilan tahun perjuangkan  Prof Dr Sardjito sebagai Pahlawan Nasional

Rektor UGM Panut Mulyono (paling kanan) membawa lukisan Prof. Dr. M. Sardjito bersama Wakil Rektor UGM Djagal Wiseso Marseno. (ANTARA/HO/Humas UGM)

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Gadjah Mada menyambut gembira penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Prof. Dr. M. Sardjito karena telah memperjuangkan pengusulan gelar itu sejak sembilan tahun silam.

"Tahun 2011 tim mulai dan Juli 2012 sudah ada surat pengusulan," kata salah satu anggota tim pengusul, Prof. Dr. dr. Sutaryo, melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat.

Dia menjelaskan Sardjito yang juga Rektor pertama UGM merupakan sosok ilmuwan pejuang sekaligus pejuang ilmuwan. Sardjito fokus dan aktif waktu itu di bidang pendidikan seperti di Budi Utomo.

Sardjito juga sebagai peletak Pancasila sebagai dasar perguruan tinggi di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai pendiri Palang Merah Indonesia (PMI) dan banyak meneliti obat-obatan bagi rakyat maupun pejuang kemerdekaan.

"Ya sarjana komplet. Aktif di sosial, budaya, perdamaian dan seni rupa juga," katanya.



Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengaku bangga dengan gelar Pahlawan Nasional bagi almarhum Prof. Sardjito.

"Semoga kita dapat meneladani semangat dan ketulusan almarhum dalam berjuang bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Almarhum Prof. Sardjito adalah ilmuwan pejuang dan pejuang ilmuwan," kata dia.

Anugerah itu juga disambut bahagia pihak keluarga almarhum Sardjito.

Budhi Santoso, salah satu keluarga Sardjito, merasa bahagia dengan anugerah tersebut.

Mewakili keluarga, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang telah berusaha secara maksimal memperjuangkan Sardjito sebagai Pahlawan Nasional.

"Ini anugerah istimewa bagi keluarga. Atas nama keluarga kami mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah memperjuangkan pemberian gelar tersebut," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar