Grab dan UGM jalin kemitraan untuk dukung industri 4.0

id grab,ugm

Grab dan UGM jalin kemitraan untuk dukung industri 4.0

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM Prof Bambang Agus Kironoto usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) kemitraan antara Grab dengan UGM (HO-PR Grab Indonesia)

Yogyakarta (ANTARA) - Grab dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjalin kemitraan dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan perwujudan kampus ramah lingkungan yang akan mendukung industri 4.0 Indonesia.

"Kemitraan itu sejalan dengan program Grab for Good yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan menyediakan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia dalam menyambut masa depan ekonomi digital," kata Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi di UGM Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, kemitraan itu dalam rangka mempersiapkan tenaga ahli dalam menyongsong industri 4.0 Indonesia serta mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

"Penandatanganan MoU tersebut menggarisbawahi komitmen Grab dalam memberikan dampak positif dan berkelanjutan untuk Indonesia," kata Neneng.

Ia mengatakan sebanyak 16 persen generasi muda di Asia Tenggara ingin bekerja di sektor teknologi masa depan. Hal ini yang menjadi salah satu alasan Grab meluncurkan program kontribusi sosial Grab for Good yang diperkenalkan Grab pada September 2019.

Melalui kerja sama itu, kata dia, diharapkan dapat mendukung salah satu tujuan Grab for Good untuk membangun angkatan kerja yang siap menyambut masa depan.

"Bersama dengan institusi pendidikan terkemuka seperti UGM, lembaga nirlaba dan perusahaan teknologi terdepan kami ingin melatih 20.000 siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi di seluruh Asia Tenggara," kata Neneng.

Menurut dia, kemitraan strategis antara Grab dan UGM yang akan berlangsung hingga 2 tahun ke depan itu dijalankan dalam tiga tahapan.

Tahap pertama adalah membangun infrastruktur pengaturan kegiatan operasional dan peningkatan fasilitas pelayanan yang terdiri dari manajemen titik penjemputan dan pengantaran, halte khusus transportasi online, shelter bertenaga sinar matahari, dan peluncuran skuter listrik ramah lingkungan GrabWheels di lingkungan kampus UGM.

Tahap kedua adalah program pendukung pendidikan, seperti sponsorship dan pengadaan aktivitas kampus yang terdiri dari beasiswa transportasi bagi mahasiswa, layanan Grab for Business bagi civitas akademika UGM, promosi kegiatan UGM di aplikasi Grab, dukungan crowdfunding melalui Dana Sahabat UGM serta sponsorship kegiatan kampus.

Tahap ketiga adalah program untuk menyelaraskan antara pendidikan dengan kebutuhan industri 4.0 Indonesia, yang terdiri dari kesempatan magang dan Management Trainee Grab bagi mahasiswa UGM, program dosen tamu, serta kerja sama dalam hal riset dan pengembangan.

"Grab terus berkomitmen untuk membawa dampak positif dari teknologi untuk Indonesia dengan meningkatkan kapasitas SDM Indonesia di bidang teknologi untuk membangun angkatan kerja yang siap menyambut masa depan khususnya dalam mendukung industri 4.0 Indonesia," kata Neneng.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM Prof Bambang Agus Kironoto mengatakan UGM menyambut baik kerja sama dengan Grab.

Menurut dia, UGM meyakini kerja sama ini akan memberikan manfaat positif dalam upaya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan melaksanakan pendidikan yang relevan dengan industri 4.0 Indonesia saat ini.

"Hasil dari kerja sama ini diharapkan bisa memberikan dampak positif pada mahasiswa dan civitas akademika UGM pada umumnya," kata Bambang.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar