Yogyakarta meluncurkan Gersala dengan slogan 5M

id Gersala,gerakan sayang lansia,lansia,ramah lansia

Yogyakarta meluncurkan Gersala dengan slogan 5M

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meluncurkan Gerakan Sayang Lansia (Gersala) (ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan program baru untuk mendukung upaya percepatan Yogyakarta sebagai kota ramah lansia yaitu Gerakan Sayang Lansia (Gersala) yang mengusung slogan 5M.

“Gerakan Sayang Lansia ini merupakan upaya Pemerintah Kota Yogyakarta menghadapi lonjakan jumlah lansia yang diperkirakan akan menyamai jumlah penduduk usia produktif pada 2030. Karena jumlah lansia akan semakin banyak, maka Yogyakarta harus bisa menjadi kota ramah lansia,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, jika Kota Yogyakarta tidak melakukan persiapan yang baik untuk menghadapi lonjakan jumlah lansia dalam beberapa tahun mendatang, maka kota tersebut akan menghadapi berbagai permasalahan yang menjadi beban Kota Yogyakarta, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan lansia.

Oleh karena itu, lanjut Agus, muncullah ide membuat Gerakan Sayang Lansia dengan slogan 5M yaitu memuliakan, mencintai, menjaga kesehatan, memberi kesempatan dan menjaga lansia dari tindak kekerasan dan ketidaknyamanan.



Sejumlah program Gersala yang sudah dilakukan di antaranya memberikan pelatihan kepada lansia untuk mendongeng. Sekitar 50 lansia yang sudah dilatih tersebut akan mendongeng di TK atau SD untuk menceritakan berbagai nilai-nilai kehidupan dari pengalaman mereka.

“Dengan demikian, para lansia ini akan memiliki aktivitas sehingga mereka pun merasa tetap dibutuhkan. Selain memberikan penanaman nilai-nilai kebaikan kepada generasi muda, para lansia pun akan merasa senang,” katanya.

Sedangkan untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota ramah lansia, Agus mengatakan, akan ada road map  yang berisi berbagai rencana kegiatan maupun program kerja yang akan dilakukan, salah satunya mewujudkan Griya Sehat Lansia.

“Dari penelitian diketahui, 37 persen lansia membutuhkan layanan kesehatan, 23 persen layanan sosial dan sisanya adalah kebutuhan lain termasuk kesempatan kerja,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan saat ini komposisi lansia di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 14 persen dari total penduduk dan jumlahnya diperkirakan semakin meningkat, terlebih usia harapan hidup di Yogyakarta cukup tinggi dan banyaknya pensiunan yang ingin menghabiskan masa tuanya di Kota Yogyakarta

“Usia pensiun di Indonesia berkisar antara 55 sampai 60 tahun. Artinya, lansia ini sebenarnya masih bisa produktif. Oleh karena itu, perlu ada berbagai kegiatan untuk mengakomodasi lansia sehingga mereka bisa tetap aktif, produktif, dan mandiri,” katanya.

Ia pun mencontohkan di beberapa negara maju seperti Singapura, Jepang bahkan Swedia masih memberikan kesempatan kepada lansia untuk bekerja di sektor pelayanan publik, seperti di mal, bandara, bahkan menjadi petugas penerima tamu di hotel.

Selain memberikan kesempatan untuk mendongeng, Heroe mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta perlu menyiapkan berbagai bentuk kegiatan lain untuk mengakomodasi lansia agar tetap aktif dan mandiri.

“Oleh karenanya, meskipun jumlah lansia akan semakin banyak dalam beberapa tahun mendatang, namun semuanya tetap aktif sehingga tidak menimbulkan permasalahan di Kota Yogyakarta. Ini yang kami harapkan,” katanya.

Sedangkan untuk aksesibilitas di tempat publik, Heroe mengatakan, sudah meminta seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk membuka layanan publik di lantai dasar. “Tidak ada lagi layanan publik di lantai dua atau tiga. Semuanya bisa dilayani di lantai dasar sehingga bisa diakses secara mudah oleh lansia termasuk penyandang disabilitas,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar