AP I-Pemda DIY bersinergi mengembangkan potensi daerah

id AP1,kerja sama,pemda diy

AP I-Pemda DIY bersinergi mengembangkan potensi daerah

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi menandatangani MoU pengembangan potensi DIY di Yogyakarta, Senin. (ANTARA/HO-AP I)

Yogyakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura I (Persero) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan potensi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kesepakan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, Senin.

"Angkasa Pura I sebagai salah satu BUMN pengelola bandara di Indonesia senantiasa berkomitmen untuk turut memajukan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah sekitar bandara (Bandara Internasional Yogyakarta)," kata Faik Fahmi.



Ruang lingkup MoU itu meliputi pengembangan dan pemberdayaan potensi DIY di bidang UMKM, pariwisata, kebudayaan, perhubungan, ketenagakerjaan, penanggulangan bencana, serta komunikasi dan informasi.

Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo yang telah beroperasi sejak Mei 2019, menurut Faik, telah terbukti memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Kulon Progo yang mencapai 10 persen serta penurunan tingkat pengangguran menjadi 1,4 persen pada 2018.

MoU ini, menurut Faik, diharapkan dapat menjadi langkah positif bagi AP I untuk meningkatkan kontribusinya terhadap masyarakat melalui kerja sama dan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah.

Untuk terus menjalankan komitmennya dalam memberikan kontribusi pada masyarakat dan pengembangan daerah, khususnya di DIY, AP I melibatkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) DIY dalam menentukan UMKM dan produk-produk yang ditampilkan di bandara.

Saat ini ada sekitar 190 produk unggulan binaan Diskop UMKM DIY yang berpotensi dihadirkan di Bandara Internasional Yogyakarta, mulai dari kerajinan (batik, kayu, kulit, perak, kontemporer), fesyen (hijab, baju, tas, sepatu, sandal), dan kuliner (makanan dan minuman kemasan).

Selain itu, dalam mendukung pengembangan pariwisata di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah, AP I telah memfasilitasi kegiatan focus group discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata bertema "Meraih 1 Juta Wisatawan Mancanegara ke Borobudur melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara Internasional Yogyakarta".

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan AP I sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam hal promosi pariwisata dan peningkatan kualitas SDM.

"Selain itu Angkasa Pura I juga telah melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo serta Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial RI dalam kerja sama pendidikan, pelatihan, penelitian dan penyuluhan sosial serta pemberdayaan masyarakat bagi warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo," kata Agus.

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar