Disdikpira Kulon Progo menyelenggarakan lomba budaya kemataraman

id lomba budaya kemataraman ,Kulon Progo

Disdikpira Kulon Progo menyelenggarakan lomba budaya kemataraman

Siswa sekolah tinggkat SMP/MTs di Kulon Progo mengikuti lomba budaya kemataraman. Salah satu lomba budaya kemataraman yang dilombakan, yakni tari egrang. ( ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan lomba budaya kemataraman tingkat SMP/MTs dalam rangka melestarikan budaya dan permainan tradisional.

Kepala seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Asmi Setyaningrum di Kulon Progo, Rabu, mengatakan lomba budaya kemataraman ini meliputi sastra kemataraman, kriya kemataraman, seni kemataraman dan krida kemataraman.

"Kegiatan ini sebagai implementasi penguatan pendidikan karakter yang sudah dicetuskan, sesuai Perbup Nomor 65 Tahun 2017. Sehingga dapat menumbuhkan minat bakat dan prestasi siswa, terutama di bidang olahraga, kriya, seni budaya dan sastra," kata Asmi.

Ia mengharapkan kegiatan ini bisa menumbuh mengembangkan budi pekerti atau pendidikan karakter. Selain itu sebagai implementasi pendidikan karakter sekaligus sebagai evaluasi kegiatan ekstra sekolah kemataraman yang sudah dilaksanakan di sekolah sebagai mata pelajaran pilihan wajib.

"Olahraga tradisional harus dilestarikan, jangan sampai ditinggalkan generasi milenial saat ini," harapnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kulon Progo Paiman mengatakan tujuan kegiatan ini sebagai evaluasi PPK Kematraman yang telah ajarkan dan dilaksanakan di sekolah masing-masing. Bidang lomba meliputi, sastra kemataraman, kriya kemataraman, seni kemataraman dan krida kemataraman.

Rencana awal, ada sembilan materi lomba yang direncanakan, namun karena keterbatasan ada yang kita batasi untuk lomba tersebut. Materi lomba krida kemataraman ada sepak bola egrang putra beregu, gobak sodor beregu putri, lari cepat egrang putra/putri.

"Hampir satu tahun lebih kegiatan ekstrakurikuler, kami berikan materi materi ini kepada siswa. Walaupun permainan seperti ini sudah ditinggalkan, namun kita coba kenalkan kepada generasi muda dan kita bangkitkan kembali kegiatan ini sebagai budaya warisan leluhur, agar anak-anak cinta dengan budaya sendiri, cinta bangsa dan negaranya," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar