Anggaran distribusi air bersih BPBD Gunung Kidul habis

id Distribusi air bersih,Gunung Kidul

Anggaran distribusi air bersih BPBD Gunung Kidul habis

BPBD Gunung Kidul kehabisan anggaran distribusi air bersih. (ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan alokasi anggaran untuk distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah tersebut sudah habis.

Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan total anggaran distribusi air bersih di tahun ini mencapai Rp538 juta.

"Selama musim kemarau berlangsung, dana tersebut terus mengecil dan sekarang sudah habis. Di sisi lain, intensitas hujan masih rendah sehingga air masih dibutuhkan warga," kata Edy.

Ia mengatakan hasil pantauan pengemudi dan operator tangki, saat ini warga terdampak kekeringan masih membutuhkan dropping air. Akibat, anggaran dropping air bersih habis, maka hanya mengandalkan bantuan dari pihak ketiga.

"Itu pun tidak bisa menggantungkan sepenuhnya," katanya.

Ia mengatakan dalam catatannya, sekarang pihak ke tiga yang dipastikan memberikan bantuan kepada masyarakat hanya sampai lima hari ke depan.

“Kami juga masih mengumpulkan data terbaru dari wilayah kecamatan terdampak kekeringan, apakah anggaran dropping masih ada. Hingga sore ini (kemarin) kami belum menerima informasi,” katanya.

Terkait permasalahan tersebut, BPBD juga sudah berkomunikasi dengan pemkab mengenai kemungkinan menaikkan status menjadi darurat kekeringan. Kesimpulannya, jika sampai dengan 20 November 2019 hujan belum merata, statusnya akan dinaikkan.

Seperti diketahui, wilayah terparah meliputi terdampak kekeringan di Gunung Kidul, yakni Kecamatan Girisubo terdapat delapan desa dengan total warga terdampak kekeringan 21.718 jiwa, Kecamatan Paliyan enam desa dengan16.978 jiwa, Kecamatan Rongkop delapan desa dengan 9.922 jiwa, Kecamatan Tepus ada lima desa dengan 12.441 jiwa dan Kecamatan Panggang enam desa dengan jumlah terdampak 8.310 jiwa.

“Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) hujan merata berlangsung pada dasarian ketiga bulan ini, antara tanggal 21 November-23 November 2019,” katanya.

Sementara itu, Sekcam Girisubo Arif Yahya mengatakan hujan sempat mengguyur wilayahnya. Akan tetapi belum berpengaruh terhadap dampak kekeringan, sehingga masih membutuhkan air baku yang layak.

“Anggaran dropping dari kecamatan sudah habis, tinggal mengandalkan bantuan donatur. Perkiraan maksimal bantuan dari pihak ketiga mencukupi hingga sepekan ke depan,” katanya.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar