Sleman usulkan rest area Tol Yogyakarta-Solo di Purwomartani

id Jalan tol Yogyakarta-Solo,Rest area,Umkm,Sleman,Kabupaten Sleman

Sleman usulkan rest area Tol Yogyakarta-Solo di Purwomartani

Ilustrasi - Suasana rest area atau tempat istirahat KM 597 B jalan tol Ngawi -Kertosono, Tol Trans Jawa. ANTARA/Aji Cakti)

pemerintah akan melakukan uji coba penggunaan B30 di sektor transportasi pada November 2katanya.
Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajukan usulan atau gagasan agar ada rest area (lokasi istirahat) di Tol Yogyakarta-Solo di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan.

"Usulan adanya rest area ini guna mendukung pemberdayaan masyarakat, seperti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," kata Kasubbid Pertanahan dan Penataan Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman Dona Saputra Ginting di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, adanya rest area diharapkan bisa dikelola oleh pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Lahannya tidak harus dibebaskan tapi bisa dengan sewa tanah kas desa," katanya.

Ia mengatakan, lokasi tanah kas Desa Purwomartani tersebut tepatnya area sisi utara Sungai Tepus.

Baca juga: Legislator mengingatkan potensi konflik Pilkades "e-voting" perlu diwaspadai

Dona mengatakan, usulan tersebut sudah diungkapkan dalam konsep awal proyek tol. Namun ketika prasosialisasi beberapa waktu lalu, rest area ternyata tidak disinggung.

"Dihilangkannya konsep rest area karena sudah ada beberapa 'on-off' di sepanjang jalur tol Yogyakarta-Solo," katanya.

Ia mengatakan, kendati demikian, rest area ataupun 'on-off' memiliki sisi plus minus. Kehadiran rest area akan memudahkan pengguna jalan tol mencari tempat beristirahat. Sekaligus sebagai sarana mengenalkan potensi UKM Sleman.

"Sementara nilai plus fasilitas 'on-off' yakni akan menumbuhkan sektor ekonomi khususnya di wilayah perkotaan," katanya.

Baca juga: Warga Sindumartani mendatangi DLH Sleman tolak penambangan di Gendol

Kalau sudah ada "on-off", kata dia, barangkali rest area tidak akan terlalu favorit untuk dijadikan tempat singgah. Karena selepas "on-off", pengguna tol bisa masuk ke perkotaan semisal untuk berbelanja atau berwisata.

"Namun kami berharap setidaknya ada satu rest area demi mendukung perkembangan UKM lokal," katanya.

Ia mengatakan, keputusan rest area tersebut diserahkan sepenuhnya pada pemerintah pusat.

"Sampai sekarang belum ada pembahasan soal rest area. Tapi kalau jadi, pasti nanti akan ada kajian karena pengadaannya butuh Detail Engineering Design  atau DED," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar