Dishub: uji coba semipedestrian bisa memotret kondisi lalu lintas Malioboro

id Semi pedestrian,Malioboro,uji coba

Dishub: uji coba semipedestrian bisa memotret kondisi lalu lintas Malioboro

Suasana di Malioboro Yogyakarta saat uji coba semi pedestrian (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Tahapan penerapan semipedestrian di Malioboro terus berproses, salah satunya dengan uji coba semipedestrian saat seluruh aktivitas di kawasan wisata tersebut berjalan normal sehingga kondisi lalu lintas bisa dipotret dengan baik.

“Dari uji coba hari ini, kami ingin melihat bagaimana perilaku lalu lintas di Malioboro dan sekitarnya saat seluruh aktivitas berjalan normal. Kami ingin mengumpulkan data sebanyak-banyaknya sebagai bahan kajian untuk pengambilan kebijakan semipedestrian di Malioboro,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho di Yogyakarta, Selasa.

Selama ini, uji coba semi pedestrian di Malioboro dilakukan setiap Selasa Wage atau bertepatan dengan liburnya aktivitas seluruh pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Malioboro.

“Hasil uji coba pada hari ini akan dibandingkan dengan uji coba pada Selasa Wage. Ada beberapa data yang ingin kami lihat, misalnya preferensi lalu lintas masyarakat, pergerakan kendaraan, pergerakan wisatawan, dan aktivitas lain serta sarana dan prasana yang dibutuhkan,” katanya.

Mekanisme pelaksanaan uji coba semi pedestrian yang digelar pun sama seperti uji coba yang sudah berjalan setiap Selasa Wage yaitu melarang seluruh kendaraan bermotor melintas di sepanjang Jalan Malioboro kecuali bus Trans Jogja dan kendaraan operasional serta kendaraan kegawatdaruratan.

Kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya kendaraan tidak bermotor yaitu becak kayuh, andong, dan sepeda.

Sejumlah jalan sirip di sepanjang Jalan Malioboro juga diberlakukan dua arah namun kendaraan tidak diperbolehkan masuk ke Jalan Malioboro, kecuali dari Jalan Suryatmajan masih diperbolehkan melintas Malioboro menuju Jalan Pajeksan. Uji coba dilakukan selama 12 jam dimulai pukul 09.00 WIB sampai 21.00 WIB.

“Sejauh ini, aktivitas di Malioboro berjalan cukup normal. Tidak ada kendala sama sekali. Lalu lintas di seputar kawasan pun masih lancar. Saat ‘peak hour’, harus dapat dimaklumi jika ada penumpukan kendaraan,” katanya.

Sejumlah upaya dilakukan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta untuk mengurai kepadatan lalu lintas di seputar kawasan Malioboro saat “peak hour”, di antaranya mengatur durasi lampu lalu lintas di sejumlah simpang seperti di Gondomanan, Ngabean, Jlagran, dan Pingit.

“Petugas juga diterjunkan ke lapangan untuk membantu mengatur lalu lintas’,” katanya.

Agus berharap, kesiapan penerapan semi pedestrian di Jalan Malioboro tidak hanya dilakukan dari aspek manajemen lalu lintas saja tetapi juga harus disertai dengan kesiapan masyarakat atau wisatawan, salah satunya beralih ke moda transportasi umum.

“Trans Jogja masih diperbolehkan melintas di Jalan Malioboro. Jadi, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin beraktivitas di sini,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan fasilitas “park and ride” yang ada di beberapa titik di luar Kota Yogyakarta seperti di Gamping, Condong Catur atau Prambanan untuk kemudian masuk ke Malioboro menggunakan Trans Jogja.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan uji coba dilakukan untuk memperoleh berbagai masukan dari seluruh elemen atau komunitas yang beraktivitas di Malioboro.

“Untuk menuju semi pedestrian maka dibutuhkan uji coba. Dari uji coba ini akan ada masukan dari masyarakat agar pelaksanaan semi pedestrian bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ia pun memastikan jika uji coba semi pedestrian akan digelar di hari-hari lain, bahkan tidak menutup kemungkinan akan digelar pada akhir pekan saat kondisi Malioboro dipadati wisatawan.

“Untuk kegiatan Selasa Wage, tetap akan diadakan. PKL sudah komitmen untuk menjalankannya,” kata Haryadi yang berpesan agar kondisi kebersihan di Malioboro tetap terjaga sehingga wisatawan merasa nyaman.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar