Pemkot Yogyakarta: pasokan sembako cukup dan distribusi lancar

id Komoditas,kebutuhan pokok,harga,pasar

Pemkot Yogyakarta:  pasokan sembako cukup dan distribusi lancar

Ilustrasi komoditas bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar tradisional Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta memastikan pasokan kebutuhan pokok cukup dan distribusinya di seluruh pasar tradisional di kota tersebut menjelang musim hujan dan libur akhir tahun 2019 lancar. 

“Kami pastikan stok dan harga bahan kebutuhan pokok cukup stabil dalam beberapa waktu terakhir dan diperkirakan akan tetap stabil hingga akhir tahun,” kata Kepala Bidang Bimbingan Usaha Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Benedict Cahyo Santosa di Yogyakarta, Sabtu.

Karena stok dan harga bahan kebutuhan pokok cukup stabil, Benedict menambahkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta belum mengajukan kebutuhan operasi pasar untuk berbagai bahan kebutuhan pokok.

Berdasarkan data Disperindag Kota Yogyakarta, harga bahan kebutuhan pokok seperti beras IR dijual dengan harga Rp11.000 per kg hingga Rp11.500 per kg, cabai merah besar Rp18.000 per kg, cabai merah keriting Rp20.000 per kg, cabai rawit merah Rp28.000 per kg, daging ayam broiler Rp34.000 per kg, daging sapi berkisar antara Rp110.000 per kg - Rp120.000 per kg, dan telur ayam Rp24.000 per kg.

“Tidak ada gejolak harga bahan kebutuhan pokok hingga sekarang. Saat stok dan distribusi lancar, maka harga akan tetap stabil,” katanya.

Selain bahan kebutuhan pokok, Benedict juga mengatakan pasokan dan stok elpiji tiga kilogram atau elpiji subsidi di Kota Yogyakarta juga mencukupi sehingga belum perlu mengajukan tambahan pasokan elpiji menjelang musim hujan dan libur akhir tahun.

Sementara itu, operasi pasar terakhir yang dilakukan di Kota Yogyakarta sudah digelar sejak akhir Oktober hingga 6 November di enam pasar yaitu di Beringharjo Timur, Serangan, Gedongkuning, Lempuyangan, dan Ngasem dengan jenis komoditas berupa beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu.

Total komoditas yang dijual di keenam pasar tersebut mencapai 3,5 ton untuk beras medium, 700 kg untuk beras premium, 700 kg untuk gula pasir, 350 liter minyak goreng dan 350 kg tepung terigu.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Yogyakarta Adhy Pradana bahkan mengatakan, stok sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti beras dan bawang putih dalam kondisi yang lebih banyak dibanding kebutuhan.

“Dipastikan, stok mencukupi hingga akhir tahun,” katanya yang menyebut hingga saat ini dirasa belum memerlukan antisipasi khusus menjelang musim hujan dan libur panjang akhir tahun.

Meskipun demikian, lanjut Adhy, ada beberapa komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga saat musim hujan seperti cabai dan barang merah.

“Tetapi, kami perkirakan kenaikan harganya pun tidak terlalu signifikan. Kami akan pantau terus bagaimana perkembangannya,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar