Lima desa di Sleman masih membutuhkan dropping air bersih

id Dropping air bersih,BPBD Sleman,Kekeringan

Lima desa di Sleman masih membutuhkan dropping air bersih

Dokumen - Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sleman melakukan distribusi air bersih di daerah terdampak kekeringan di Kecamatan Prambanan. ANTARA/HO- BPBD Sleman

Sleman (ANTARA) - Lima desa di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini masih mengalami kekeringan, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum menghentikan distribusi air bersih.

"Ada lima desa yang saat ini masih dilanda kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih. Empat desa di Kecamatan Prambanan dan satu desa di Kecamatan Moyudan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Senin.



Ia mengatakan, saat ini hujan belum turun merata di sejumlah wilayah di Sleman, sehingga kawasan yang dilanda kekeringan masih membutuhkan bantuan air bersih.

"Hujan hanya di spot-spot tertentu dan itu durasinya juga tidak lama," katanya.



Menurut dia, hingga kini pihaknya terus mengirim pasokan air bersih ke desa-desa terdampak.

Yakni di Kecamatan Prambanan meliputi Desa Gayamharjo, Sumberharjo, Wukirharjo dan Sambirejo, sedangkan di Kecamatan Moyudan hanya di Desa Sumberrahayu.



"Setiap hari untuk Prambanan itu kami siapkan 40-an tanki dan Moyudan per hari empat tanki," katanya.

Makwan mengatakan, meluasnya dampak kekeringan ini membuat total 807 jiwa di Sumberrahayu kesulitan air bersih. Kemudian di Kecamatan Prambanan total dari empat desa ada 6.455 jiwa terdampak.

"Selain itu kekeringan berdampak juga pada hewan ternak di Prambanan. Tercatat ada 6.149 ternak yang terdampak. Paling parah dampaknya dirasakan di Desa Gayamharjo," katanya.

Ia mengatakan, sejak pertama distribusi bantuan air dari mulai Agustus, BPBD Sleman telah menyalurkan sebanyak 2.561 tanki air bersih.

"Untuk saat ini BPBD Sleman mengandalkan bantuan air bersih dari donatur, karena anggaran untuk distribusi air dari BPBD Sleman telah habis," katanya.

Namun, Makwan memastikan meskipun anggaran telah habis, pihaknya tetap akan berusaha untuk menyalurkan air bersih dan belum bisa memastikan kapan bantuan air bersih akan dihentikan.

"Itu kondisional saja sampai hujan bisa menambah debit air di air tanah atau sumber mata air," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar