FPKK Yogyakarta mengharapkan percepatan penanganan korban kekerasan

id Kekerasan,perempuan,anak,korban

FPKK Yogyakarta mengharapkan percepatan penanganan korban kekerasan

Lomba fragmen antikekerasan pada perempuan dan anak yang digelar DPMPPA Kota Yogyakarta sebagai rangakaian peringatan Hari Antikekerasan. (ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Forum Perlindungan Korban Kekerasan Kota Yogyakarta berharap penanganan terhadap korban kekerasan, baik kekerasan fisik maupun psikis bisa dipercepat sehingga tidak menimbulkan dampak lebih buruk kepada korban.

“Jika tidak segera ditangani, maka korban bisa mengalami berbagai dampak terhadap kondisi mentalnya dan berpengaruh pada kondisi kesehatannya,” kata Ketua Forum Perlindungan Korban Kekerasan (FPKK) Kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun di sela lomba fragmen antikekerasan terhadap perempuan dan anak di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, masyarakat atau korban kekerasan bisa menyampaikan laporan ke FPKK di tiap kecamatan di Kota Yogyakarta.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Yogyakarta cenderung mengalami penurunan sejak 2015.

Pada 2015 ada lebih dari 800 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, lalu berkurang menjadi 544 kasus pada 2016, dan turun menjadi 254 kasus pada 2017. Tahun 2018 jumlah kasus menurun lagi menjadi 193 kasus.

“Sepanjang 2019, tercatat 94 kasus kekerasan dengan 75 korban perempuan dan 19 korban laki-laki. Dua di antaranya adalah anak masih di bawah usia SD,” kata Tri.

Tri berharap sosialisasi mengenai penanganan dan pelindungan korban kekerasan bisa terus dilakukan, salah satunya melalui lomba fragmen.

“Pendekatan atau sosialisasi melalui seni dan budaya diharapkan bisa meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kekerasan dan dampaknya. Harapannya, tidak ada lagi kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Yogyakarta,” katanya.

Ia pun berharap seluruh peserta lomba fragmen antikekerasan bisa menjadi duta antikekerasan di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Yogyakarta Bebasari Sitarini mengatakan, lomba fragmen tersebut digelar sebagai rangkaian peringatan hari antikekerasan.

“Lomba ini diikuti 14 kecamatan dengan maksimal 10 pemeran, baik dari masyarakat maupun aparat setempat,” katanya, menambahkan panitia akan memilih lima penampil terbaik dalam lomba tersebut.

 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar