Kulon Progo melakukan gerakan percepatan tanam padi

id Percepatan tanam padi,Kulon Progo

Kulon Progo melakukan gerakan percepatan tanam padi

Petani Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, mencabut benih padi untuk ditanam. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kalau golongan II ini bisa tanam tepat waktu, maka selama 2019 luas tanam di Kulon Progo bisa mencapai 19.500 hektare.
Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan gerakan percepatan tanam padi seluas 28 hektare di Bulak Banguncipto, Kecamatan Sentolo.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha di Kulon Progo, Senin, mengatakan lahan pertanian di Banguncipto yang merupakan daerah irigasi teknis dari Daerah Irigasi Kalibawang Sistem golongan II, sehingga pada Desember ini dilakukan percepatan tanam padi.

"Harapan kami, lahan pertanian di Daerah Irigasi Kalibawang Sistem golongan II semua bisa tanam dengan luasan 4.150 hektare. Di Bulak Banguncipto sendiri ada 28 hektare," kata Aris.

Baca juga: Kulon Progo akan rehabilitasi enam pasar rakyat

Ia mengatakan luas tanam 4.150 hektare ini meliputi Nanggulan, Temon, sebagian Wates, sebagian Panjatan, sebagian Sentolo. Saat ini, petani akan segera melalukan pengolahan tanah. Harapanya panen pada Maret 2020.

"Kalau golongan II ini bisa tanam tepat waktu, maka selama 2019 luas tanam di Kulon Progo bisa mencapai 19.500 hektare," katanya.

Aris mengatakan pihaknya melakukan pengaturan air, mengingat beberapa waktu lalu musim tanam golongan I mengalami kemunduran.

"Yang sudah ada air, kami upayakan percepatan tanam padi. Penanam padi dilakukan secara bergilir. Kami menerapkan manajemen pembagian air secara ketat," katanya.

Baca juga: Kulon Progo mengembangkan pertanian organik seluas 200 hektare pada 2020

Ketua Kelompok Tani Makaryo Banguncipto, Samidi mengatakan luas lahan pertanian di Bulak Banguncipto seluas 28 hektare. Masa tanam ini mengalami sedikit kemunduran dari jadwal November. Hal ini dikarenakan ketersediaan air irigasi yang belum merata.

"Lahan pertanian di Bulak Banguncipto belum semua bisa tanam kerena air irigasi tidak mengalir tepat waktu dan debit sangat kecil," katanya.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar