Pemkab Kulon Progo didesak pasang hidran di setiap kecamatan

id Hidran,Kulon Progo,DPRD Kulon Progo

Pemkab Kulon Progo didesak pasang hidran di setiap kecamatan

Wakil Ketua II DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Wakil Ketua II DPRD Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lajiyo Yok Mulyono mendesak pemerintah setempat memasang hidran di 12 kecamatan untuk mengantisipasi potensi kebakaran dan bencana kekeringan.

Lajiyo Yok Mulyono di Kulon Progo, Senin, menilai Pemkab Kulon Progo belum memiliki strategi khusus penanganan mengantisipasi kekeringan dan kebakaran, padahal setiap tahun terjadi.

"Salah satu upaya penanganan kekeringan dan kebakaran supaya cepat diatasi, yakni pembangunan hidran setiap kecamatan minimal ada satu unit. Sehingga ketika terjadi bakaran dapat langsung ditangani dan saat musim kemarau dapat memasok ke masyarakat dengan cepat," kata Lajiyo.

Ia mencontohkan kebakaran yang menimpa rumah warga di Kecamatan Kalibawang beberapa waktu lalu, mobil pemadam kebakaran tidak mampu menjangkau dengan cepat. Sehingga rumah hangus terbakar.

"Keberadaan hidran sangatlah peting bagi Kulon Progo. Untuk itu, kami sangat berharap pemkab memasang segera hidran di setiap kecamatan," harapanya.

Sebagai informasi, hidran merupakan sebuah terminal air untuk bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hidran berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Hidran merupakan fasilitas wajib bagi bangunan-bangunan publik seperti pasar rakyat, maupun modern, dan pertokoan.

Keberadaan hidran adalah salah satu aspek penting dalam penanganan kebakaran. Begitu juga bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat saat kekeringan.

Selain itu, menurut Lajiyo, keberadaan hidran sangat penting perannya dalam membantu memadamkan kebakaran, mengingat mobil pemadam kebakaran yang hanya sanggup membawa air sebanyak satu tangki saja. Jika hidran tidak ada maka penanggulangan kebakaran akan menjadi semakin sulit. Sulitnya memadamkan kebakaran akan membuat wajah pemadam kebakaran menjadi tercoreng.

"Karena itulah, kami berharap dalam waktu dekat pemkab menganggarkan untuk pemasangan hidran," harapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi mengatakan BPBD memang berharap bisa membangun hidra di setiap kecamatan, sebagaian bagian dari pelayanan perlindungan masyarakat dari bahaya kebakaran.

'Idealnya setiap aset atau objek vital dilengkapi dengan sistem keamanan bahaya kebakaran, salah satunya jaringan hidran. Kami akan koordinasi lebih lanjut terkait kebutuhannya," katanya
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar