Kulon Progo panggil sembilan investor terkait keseriusan menanamkan modal

id Investor di Kulon Progo,Kulon Progo

Kulon Progo panggil sembilan investor terkait keseriusan menanamkan modal

Sekretaris Daerah Kulon Progo Astungkara. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memanggil sembilan investor untuk mempertanyakan soal keseriusannya menanamkan modal di wilayah ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Astungkara di Kulon Progo, Senin, mengatakan sembilan investor yang diundang telah mengajukan izin prinsip dan melakukan pembebasan lahan, namun hingga saat ini belum membangun pabrik.

"Rencananya, kami akan mengundang mereka untuk mengetahui perkembangan investasi dan pelaksanaan di lapangan seperti apa," kata Astungkara.

Ia mengatakan sembilan investor tersebut terkendala dalam tahapan analisa dampak lingkungan hingga pengadaan tanah.

"Kami akan menguari persoalan yang dialami investor yang menghambat realisasi investasi. Kami tidak mau investasi semu," katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kembali sarana inti pratama supaya segera merealisasikan investasinya di Kulon Progo. PT Sentolo Isti Parqma diproyeksikan sebagai kawasan industri kreatif berbasis teknologi informasi, usaha kecil dan menengah, padat karya dan ramah lingkungan.

Untuk mengembangkan kawasan industri membutuhkan lahan minimal 50 hektare.

Berdasarkan laporan yang masuk, PT Sentolo Isti Parqma baru membebaskan lahan sekitar 38 hektare yang sudah dimulai sejak 2015.

"Kami minta PT Sentolo Isti Parqma segera menyelesaikan pembebasan lahan mewujudkan kawasan industri berbasis teknologi informasi. Soal harga tanah, seharusnya mengikuti harga pasar, dan tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak melanjutkan kawasan industri berbasis teknologi informasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Agung Kurniawan mengatakan DPMPT telah membentuk satgas percepatan berusaha yang dipimpin Sekda untuk melakukan pendampingan dan membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi investor dan pelaku usaha.

Pemkab siap memfasilitasi investor dalam pengadaan tanah dan mempermudah investasi.

 "Investor dan kalangan dunia usaha yang menanamkan modal dan melakukan kegiatan usaha di Kulon Progo membawa dampak positif bagi terciptanya lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan realisasi investasi Kulon Progo sebesar Rp425 miliar ini tertinggi di DIY. Untuk mencapai target investasi bukan hal yang mudah, mengingat perkembangan ekonomi saat ini yang dinamis.

"Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta sangat menguntungkan Kulon Progo sangat menguntungkan di bidang investasi. Ke depan, kami berharap mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo," harapnya.

Agung mengatakan PMA di Kulon Progo mayoritas berasal dari Korea Selatan. DPMPT Kulon Progo berusaha memfasilitasi investor dari berbagai negara, khususnya Korea Selatan.

"Investor dari Korea memiliki jaringan bisnis kuat, sehingga kalau pelayanan kami memuaskan, maka banyak investor yang masuk ke Kulon Progo," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar