Hujan dan angin kencang terjang wilayah Prambanan belasan rumah rusak

id Angin kencang Prambanan,BPBD Sleman,TRC BPBD Sleman

Hujan dan angin kencang terjang wilayah Prambanan belasan rumah rusak

Dampak angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Prambanan pada Senin siang 2 November 2019. Foto Antara/ HO/ BPBD Sleman

Sleman (ANTARA) - Hujan deras disertai angin kencang terjang wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin siang sekitar pukul 13.15 WIB mengakibatkan belasan rumah warga mengalami kerusakan ringan dan berat.

"Mayoritas kerusakan terjadi pada atap rumah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan di Sleman, Senin.

Menurut dia, tiga desa yang dilanda angin kencang tersebut meliputi Desa Madurejo, Desa Bokoharjo dan Desa Sumberharjo.

"Selain mengakibatkan rumah warga rusak, angin kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang," tambahnya.

Ia mengemukakan, di Desa Madurejo angin kencang mengakibatkan dua rumah rusak bagian atap karena tertimpa pohon tumbang dan asbes maupun genteng terbawa angin.

"Selain itu juga mengakibatkan enam pohon tumbang dan ada yang menutup akses jalan," katanya.

Kemudian di Desa Bokoharjo mengakibatkan dua pohon tumbang dan tiga rumah rusak akibat asbes, gendeng dan galvalum terbang terbawa angin.

"Sedangkan di Desa Sumberharjo mengakibatkan sedikitnya 12 rumah rusak. Di Desa Sumberharjo ini tercatat kersuakan paling parah," ungkapnya.

Makwan menambahkan, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.

"Sementara belum ada laporan korban luka maupun korban jiwa. Nihil korban," ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai tindak lanjut penanggulangan bencana, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman langsung melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang dan memberikan bantuan untuk warga yang rumahnya rusak.

"Selain itu besok (Selasa 3 Desember 2019) TRC BPBD Sleman akan melakukan penanganan lanjut untuk lokasi yang belum terkondisi," lanjutnya.
 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar