Padi seluas 2.987 hektare di Kulon Progo panen

id Panen raya padi,Kulon Progo,Dinas Pertanian dan Pangan

Padi seluas 2.987 hektare di Kulon Progo panen

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Tanaman padi seluas 2.987 hektare di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memasuki masa panen raya pada Desember 2019 .

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha di Kulon Progo, Rabu mengatakan wilayah yang memasuki panen merupakan wilayah Daerah Irigasi Kalibawang golongan I dan sebagian Daerah Irigasi Sapon, meliputi Kecamatan Nanggulan, sebagian Kalibawang, Lendah dan sebagian Galur.

"Saat ini sudah mulai panen sejak awal Desember kemarin. Panen Desember ini kami harapkan menekan harga pangan di tingkat masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan di Kulon Progo," kata Aris.

Ia memproyeksikan dengan luas panen 2.987 hektare, produksi padi mencapai 121.355 ton gabah kering panen (GKP).

"Kami berharap hasil panen pada Desember ini, produksinya bisa maksimal dan produktivitasnya diharapkan lebih dari 6,5 ton per hektare gabah kering panen," harapnya.

Sementara itu, Koordinator BPP Nanggulan Sumardi mengatakan lahan padi seluas 51 hektare di Kelompok Tani Gotro Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan memasuki masa panen.

Dari hasil ubinan yang dilakukan, varietas padi mapan dari enam titik ubinan memperoleh hasil rerata 11,53 ton GKP perhektare atau 9,79 ton gabah kering giling (GKG) perhektare. Produktivitas tertinggi diperoleh milik salah satu petani atas nama Ngadiyo yang mencapai 12,62 ton GKG perhektare.

"Kita patut bersyukur di tengah-tengah kemarau ini, di Kulon Progo, khususnya di Desa Banyuroto dapat bertanam padi dan sampai saat ini bisa panen dengan baik," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan pengamatan dari POPT dan Penyuluh Pertanian BPP Nanggulan, pada saat tanaman premordia tanaman padi yang mayoritas Varietas Hibrida Mapan P05 terjadi populasi hama wereng yang perlu dikendalikan, berdasar musyawarah bersama antara petugas dengan Kelompok Tani Gotro, kemudian dilakukan gerakan pengendalian secara serentak.

Adapun varietas lain yang diubin sebagai uji coba antara lain Inpari 33 dengan provitas 10,16 ton GKP perhektare, Inpari 23 mencapai 9,55 ton GKP perhektare dan Situbagendit 9,39 ton GKP perhektare.

"Alhamdulillah hasilnya memuaskan," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar