Dinkop UKM Sleman buka peluang kemitraan antara UMKM dengan pengusaha hotel dan restoran

id Dinkop UKM Sleman,Kemitraan UMKM sleman,PHRI Sleman,UMKM sleman

Dinkop UKM Sleman buka peluang kemitraan antara UMKM dengan pengusaha hotel dan  restoran

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman Pustopo (paling kiri) saat menyaksikan penandatanganan komitmen kemitraan antara pelaku UMKM lokal pengusaha hotel dan restoran. Foto Antara/ HO/Dinkop UKM Sleman

Sleman (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta membuka peluang kerja sama dan kemitraan antara pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal dengan hotel dan restoran yang ada di Sleman.

"Kami beberapa waktu lalu telah memfasilitasi 22 UMKM Sleman bertemu dengan 23 pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Sleman untuk melakukan kegiatan temu usaha," kata Kepala Dinkop UKM Kabupaten Sleman Pustopo di Sleman, Kamis.

Menurut dia, temu usaha tersebut salah satu upaya mengembangkan kemitraan untuk mengatasi permasalahan yang di hadapi UMKM Sleman khususnya keterbatasan pemasaran.

"Kemitraan adalah aktivitas saling bantu membantu, bekerja sama saling mengembangan antara pengusaha kecil dengan pengusaha besar," katanya.

Ia mengatakan, peluang ini sangat terbuka karena Pemerintah Kabupaten Sleman telah memiliki Perda Kemitraan antara pasar modern dan toko modern dengan usaha kecil.

"Ada Perda No 7 tahun 2006 dan juga Perda Pemberdayaan Usaha mikro No 19 tahun 2019 yang secara jelas dan tegas pasal 11 mengamanatkan bahwa dalam rangka perlindungan aspek pemasaran, pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan hotel bintang 4 berkewajiban menampung produk dan menyediakan ruang usaha bagi pelaku usaha mikro," katanya.

Pustopo berharap dari kegiatan temu usaha terjalin hubungan kemitraan yang berkesinambungan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih mengatakan bahwa dalam melakukan penilaian Sapta Pesona untuk penilaian hotel, akan memasukan aspek kemitraan dengan UMKM lokal menjadi salah satu aspek indikator penilaian.

"Dinas Pariwisata Sleman mengharapkan semua hotel dan resto agar mempunyai pojok UMKM," katanya.

Menurut dia, selain untuk membantu pemasaran produk UMKM, Pojok UMKM juga memberikan fasilitas kemudahan bagi tamu hotel dalam memenuhi kebutuhannya dan juga memudahkan untuk belanja oleh oleh.

Ketua PHRI Kabupaten Sleman Joko Paramono mengharapkan agar seluruh anggota PHRI menampung produk UMKM di tenpat usahanya baik secara kontinyu maupun insidental apabila ada event besar ataupun rapat besar.

Pada temu kemitraan tersebut terdapat empat pelaku usaha hotel dan resetoran yang menindak lanjuti dengan penandatanganan komitmen.

Empat pelaku usaha tersebut yakni Lafayette Hotel dengan Joglo Ayu Tenan dengan produk Jewelry, Prime Hotel dengan UMKM Jasmirana dengan produk kulit dan tenun, Hotel Crystal Lotus dan UC UGM Hotel dengan K-Nez untuk aplikasi pemasaran berbasis IT, dan dalam penjajagan University Hotel dengan K-Nez.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar