Disperindag DIY memastikan harga bahan pokok stabil jelang Natal

id harga sembako,yogyakarta

Disperindag DIY memastikan harga bahan pokok stabil jelang Natal

Ilustrasi Seorang pedagang gula pasir di pasar tradisional. ANTARA

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan harga dan persediaan bahan kebutuhan pokok di daerahnya stabil menjelang libur Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

"Sampai pekan pertama Desember 2019 bahan pokok secara keseluruhan tidak mengalami lonjakan harga. Masih dalam kondisi stabil," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto di Yogyakarta, Jumat.

Meski secara umum stabil, dia mengakui, ada beberapa komoditas bahan pokok yang mengalami fluktuasi harga yaitu cabai dan bawang merah, tetapi tidak begitu signifikan karena masih di bawah harga acuan pemerintah. "Semoga harga bahan pokok tidak mengalami lonjakan karena stok persediaan cukup," kata dia.

Berdasarkan hasil pemantauan Disperindag DIY di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Demangan, Kota Yogyakarta pada 29 November 2019, harga beras IR masih stabil Rp9.467 per kg, beras IR II Rp9.533 per kg, gula pasir Rp12.333 per kg, daging ayam broiler Rp33.000 per kg, dan telur ayam negeri Rp23.600 per kg.

Selanjutnya, harga cabai merah keriting Rp21.000 per kg, cabai merah besar Rp21.000 per kg, bawang merah Rp25.333 per kg, cabai rawit merah Rp24.667 per kg, minyak goreng sawit Rp10.000 per kg, bawang putih kating Rp26.667 per kg, dan bawang putih sincau Rp23.667 per kg.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru, menurut Yanto, Disperindag DIY akan menggelar pasar murah pada 19 dan 20 Desember 2019.

"Harapan kami instansi terkait juga turut menyelenggarakan agar tekanan permintaan pasar bisa merata sehingga mengurangi dampak lonjakan harga," kata dia.

Selain itu, Disperindag DIY hingga saat ini juga masih menggencarkan kegiatan operasi pasar (OP) murni beras dengan volume beras yang disiapkan mencapai 20,5 ton. "Apabila masih ada permintaan dari kabupaten/kota nanti akan kami tambah kuotanya," kata Yanto.

Kepala Kanwil Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) DIY Juaheni menyebutkan stok cadangan beras pemerintah yang ada di gudang Bulog DIY hingga saat ini mencapai 40.000 ton.

Menurut dia, persediaan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan sembari menunggu masa panen pertama awal tahun depan.

"Stok komoditas selain pangan pokok seperti gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan daging stoknya sangat memadai yang rata-rata mencukupi untuk tiga sampai empat bulan ke depan," kata Juaheni.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar