Produksi perikanan budidaya air tawar Bantul 11.500 ton

id Ikan budi daya

Produksi perikanan budidaya air tawar Bantul 11.500 ton

Perikanan budi daya (Foto ANTARA/dokumen)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat realisasi produksi perikanan budidaya air tawar di daerah itu hingga November mencapai 11.500 ton atau 85 persen dari target 2019 sebesar 13.000 ton. 

"Dari target 13 ribu ton ikan itu, sampai dengan akhir November realisasinya sudah hampir mencapai 85 persen, atau sekitar 11,5 ribu sampai 12 ribu ton," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Bambang Pin Erwanto di Bantul, Sabtu.

Pihaknya menargetkan produksi perikanan budi daya air tawar sebanyak 13 ribu ton ikan guna memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di wilayah tersebut.

"Produksi perikanan kita di 2019 ini sekitar 13 ribu ton ikan, itu target kita. Dan salah satu untuk menunjang produksi perikanan itu adalah kita bersinergi dengan balai budidaya ikan," katanya. 



Menurut dia, target produksi perikanan tersebut berasal dari semua kelompok pembudidaya perikanan (pokdakan) se-Bantul yang berjumlah ratusan serta beberapa balai benih ikan milik organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut yang juga melakukan kegiatan pembesaran ikan.

Bambang mengatakan guna mencapai target produksi perikanan tersebut dengan bersinergi dengan Balai Budi daya Ikan (BBI) guna memaksimalkan produksi ikan, salah satunya dengan BBI Pundong yang belum lama ini diresmikan pemanfaatannya oleh Bupati Bantul.

"Jadi yang kita perluas adalah balai budi daya ikan, kalau benih itu kan bibit, kalau budi daya bisa untuk konsumsi segala, walaupun kita juga belum seberapa karena di BBI Pundong tersebut sumber daya manusia (SDM) pengelola hanya lima orang," katanya.

Namun demikian, kata dia, secara bertahap fasilitas maupun sarana pendukung kegiatan budi daya ikan di Pundong tersebut akan terus dibangun dan dilengkapi supaya untuk bisa memproduksi bibit maupun ikan untuk konsumsi masyarakat.



"Sehingga kita kalau untuk produksi ikan itu memang lebih banyak dari masyarakat, karena kita sementara hanya memproduksi benih," katanya.

Dia mengatakan, jenis ikan air tawar yang diproduksi di Bantul utamanya lele, nila dan gurame, namun ikan produksi Bantul itu masih belum bisa memenuhi kebutuhan konsumsi di warung-warung, sehingga masih mendatangkan ikan segar dari luar Bantul.

"Kalau dari perikanan budidaya ini kita datangkan dari kabupaten tetangga, misalnya dari Boyolali Jawa Tengah. Ikan-ikan itu untuk konsumsi warung makan lesehan, dan kita hanya mampu sekitar 40 persennya, dan 60 persen didatangkan dari luar," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar