Menperin identifikasi tujuh isu strategis agar industri terbang tinggi

id Kemajuan industri,menperin

Menperin identifikasi tujuh isu strategis agar industri terbang tinggi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dua bulan menjabat sebagai menteri, mengidentifikasi tujuh isu yang perlu mendapat perhatian agar industri nasional dapat terbang tinggi.

“Selama hampir dua bulan saya bertugas sebagai menperin, saya paling tidak untuk sementara bisa mengiidentifikasikan kira-kira ada tujuh isu yang sangat penting yang harus kita rapihkan agar industri yang ada di Indonesia bisa berkembang,” kata Agus di Jakarta, Selasa.
 

Pertama yakni pengembangan kawasan industri di Indonesia yang bisa menopang pertumbuhan itu sendiri.

Kedua, politisi Partai Golkar itu juga menyoroti kesiapan SDM dalam kaitannya menghadapi revolusi industri 4.0 serta persoalan ketiga yakni pengolahan limbah.

"Ada persepsi limbah adalah sampah yang perlu dimusnahkan. Kemenperin ingin ubah itu dan sosialisasi bahwa sampah bisa kita gunakan sebagai bahan baku industri sendiri. Disebut dengan recycle ekonomi atau circularekonomi," sebutnya.

Keempat, yang tidak kalah penting yakni soal mahal dan ketersediaan bahan baku yang mengakibatkan berkurangnya daya saing industri.

“Ini juga penting, misalnya soal harga dan ketersediaan gas sebagai bahan baku. Nah, ini bagaimana kita berupaya untuk menekan harga ke angka enam dolar agar terjangkau untuk industri,” ungkap Menperin.

Kelima adalah permodalan dari Industri Kecil dan Menengah (IKM), dan keenam yakni cara pengusaha memperluas pasarnya melalui ekspor.

Terakhir, Menperin juga menyatakan bahwa persoalan arus barang impor menjadi penting untuk diselesaikan.

Agus menyampaikan, ketujuh hal tersebut sudah disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI untuk menjadi perhatian agar mendapatkan solusi.

“Kalau ini semua bisa diatasi, industri dalam negeri dapat semakin maju,” kata Menperin.
 

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar