Pekerjaan konstruksi Rusun Tegalrejo Yogyakarta rampung sesuai target

id Rumah susun,rusun,tegalrejo,masyarakat berpenghasilan rendah

Pekerjaan konstruksi Rusun Tegalrejo Yogyakarta rampung sesuai target

Ilustrasi proses pembangunan Rusun Tegalrejo Yogyakarta untuk masyarakat berpenghasilan rendah (HO-DPUPKP Kota Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Pekerjaan konstruksi pembangunan "tower" satu Rumah Susun Tegalrejo, Kota Yogyakarta, yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat dirampungkan sesuai tata kala, namun harus menunggu serah terima aset bangunan dari pemerintah pusat.



“Pekerjaan fisik untuk pembangunan sudah selesai dan tinggal menyelesaikan pengisian kelengkapan perabot di tiap unit rumah susun,” kata Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Sigit Setiawan di Yogyakarta, Kamis.



Rumah Susun (Rusun) Tegalrejo tersebut berbeda bila dibandingkan rusun lain yang ada di Kota Yogyakarta, baik dari aspek luas tiap unit rusun maupun  fasilitas yang ada di dalamnya.



Jika biasanya satu unit rumah susun hanya memiliki luas 18 meter persegi hingga 21 meter persegi, Rusun Tegalrejo memiliki luas 36 meter persegi yang terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu dapur. Setiap unit bahkan sudah dilengkapi dengan perabot seperti tempat tidur, lemari dan kursi.



Rumah susun yang sudah selesai dibangun tersebut merupakan “tower” satu dari dua “tower” yang rencananya dibangun. Setiap “tower” memiliki tiga lantai dengan total kapasitas 42 unit rumah susun, yang terdiri dari 10 unit di lantai satu dan masing-masing 16 unit di lantai dua dan tiga.



“Untuk pembangunan ‘tower’ kedua sudah diusulkan ke pusat. Harapannya bisa dipenuhi sehingga pekerjaan pembangunan bisa dilakukan pada 2020,” katanya.



Sembari menunggu proses serah terima dari pusat, DPUPKP Kota Yogyakarta akan mengirimkan surat ke Dirjen Penyediaan Perumahan terkait penghunian sementara di rumah susun tersebut.



Dengan demikian, rumah susun tersebut sudah dapat dihuni meskipun status bangunan masih milik pemerintah pusat. Nanti, Pemerintah Kota Yogyakarta akan membentuk badan pengelola untuk Rusuh Tegalrejo.



“Jika tidak segera dihuni, dikhawatirkan bangunan justru akan rusak,” katanya yang menyebut rusun akan dioperasionalkan dengan sistem sewa.



Sigit mengatakan, proses serah terima bangunan dimungkinkan membutuhkan waktu lama karena serah terima bangunan dengan nilai lebih dari Rp10 miliar perlu melibatkan Kemenkeu. Rusun Tegalrejo dibangun dengan dana Rp16,6 miliar.



“Jika serah terima sudah dilakukan, pengelolaan Rusun Tegalrejo akan sepenuhnya berada di bawah kewenangan UPT Rusunawa Kota Yogyakarta,” katanya.



Saat ini, UPT Rusunawa Kota Yogyakarta tengah menggodok aturan terkait mekanisme pengisian rumah susun serta sewa yang akan diterapkan.



Nilai sewa yang akan diterapkan dimungkinkan berbeda dengan rumah susun lain karena faktor luas  dan fasilitas pendukung yang disediakan.



Rusun Tegalrejo tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan papan bagi warga Kota Yogyakarta, dibuktikan dengan kepemilikan KTP, yang masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah.



“Harapannya, dalam waktu beberapa tahun setelah tinggal di rumah susun, warga mampu mandiri dan memiliki rumah sendiri,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar