Jaga kedekatan dengan pembaca, Dewan Pers minta media massa angkat kearifan lokal

id dewan pers,kearifan lokal

Jaga kedekatan dengan pembaca, Dewan Pers minta media massa angkat kearifan lokal

Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Agus Sudibyo saat berbicara dalam Konvensi Nasional Humas 2019 di Yogyakarta, Senin. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Dewan Pers berharap media massa mampu menjaga kedekatan dengan pembaca dengan mengangkat kearifan lokal dalam pemberitaan serta mampu menjawab persoalan riil yang tengah dihadapi masyarakat.

"Saya berharap kearifan lokal benar-benar bisa diintegrasikan sebagai praktik yang inheren dari bagaimana media atau wartawan bekerja setiap hari," kata Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Agus Sudibyo saat berbicara dalam Konvensi Nasional Humas 2019 di Yogyakarta, Senin.

Menurut Agus, banyak media massa di Eropa yang justru bisa terus bertahan karena mampu menjaga kedekatan dengan pembaca melalui produksi berita yang berkaitan isu-isu lokal.



"Di Eropa, termasuk di Inggris, media-media yang memiliki harapan hidup lebih baik adalah media yang menjaga kedekatan dengan pembacanya," ujar dia.

Ia mencontohkan The Bristol Cable sebagai salah satu media massa yang mampu menjaga kedekatan dengan pembaca karena konsisten mengangkat isu lokal di Inggris.

Media massa tersebut, tambah Agus bahkan tidak mengandalkan iklan. Media itu justru mampu menghimpun donasi dari para pembacanya untuk membiayai setiap liputan dengan isu-isu yang bersifat lokal seperti persoalan sampah, sanitasi, hingga banjir.



"Di Eropa media tidak perlu besar, cukup lokal tapi memiliki pembaca yang fanatik yang mau mengeluarkan dananya untuk membiayai liputan itu," kata dia.

Oleh sebab itu, Agus berharap media massa tidak takut untuk memprioritaskan isu-isu yang bersifat lokal karena khawatir bakal ditinggal para pembaca.

"Saya juga berharap media massa apapun platformnya harus bisa menjadi jangkar solidaritas antarwarga," sebut  dia.
 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar