DPRD Kulon Progo minta PLN mempermudah petani cabai pasang listrik

id Pemasangan jaringan listrik,Petani lahan pasir,DPRD Kulon Progo,Kulon Progo,Cabai

DPRD Kulon Progo minta PLN mempermudah petani cabai pasang listrik

Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Priyo Santoso. ANTARA/Sutarmi

Kulon Progo (ANTARA) - Komisi II DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta Perusahaan Listrik Negara cabang Wates mempermudah petani cabai di lahan pasir memasang jaringan listrik, sehingga mampu menekan biaya produksi.

Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Priyo Santoso di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan Komisi II DPRD Kulon Progo belum lama ini melakukan koordinasi dengan PLN cabang Wates terkait permohonan kemudahan penambahan jaringan listrik bagi kebutuhan pertanian di lahan pasir sepanjang Kulon Progo dari Trisik (Galur) sampai Bugel (Panjatan).

Komisi II banyak aspirasi dan keluhan dari petani khususnya pada saat jaring aspirasi bahwa dalam rangka peningkatan alih teknologi pertanian efisiensi biaya operasional produksi perlu adanya jaringan listrik ke lokasi pertanian.

"Untuk itu, kami minta PLN cabang Wates tidak mempersulit petani lahan pasir memasang jaringan listrik," kata Priyo.



Ia mengatakan penggunaan listrik dalam penyiraman tanaman hortikultura, mulai dari cabai, melon dan semangka dapat menekan biaya produksi lebih dari 30 persen.

"Selama ini, petani dalam menyiram tanaman masih menggunakan mesin diesel, sehingga biaya untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) sangat tinggi," katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Edy Priyono mengatakan lahan pertanian pesisir selama ini dikenal sebagai penghasil cabai di DIY dan buah semangka dan hasil pertanian lainnya, maka perlu perhatian serius.



Komisi II menyadari, lokasi pertanian ada di tanah Puro Pakualaman (PAG) dan dalam wilayah kontrak karya, sehingga memang diperlukan komunikasi yang difasilitasi Pemkab Kulon Progo

Pada awal 2020, Komisi II akan memanggil Dinas Pertanian dan Pangan, dan PLN terkait hal tersebut agar ada langkah kongkrit pemerintah daerah melakukan komunikasi dengan pihak Pemprov DIY dan Puro Pakualaman sehingga kebutuhan tenaga listrik bagi lahan pertanian ini segera bisa direalisasikan.

"Hal ini perlu dilakukan karena permintaan dan kebutuhan ini sudah lama diajukan oleh petani," katanya.

Salah satu petani cabai lahan pasir, Widodo mengaku kesulitan memasang jaringan listrik yang ada di kawasan Bugel. Ia mempertanyakan kenapa ada sebagian petani yang dipermudah pasang, tetapi di tempatnya dipersulit.

"Kami mohon Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo memfasilitasi petani untuk dapat mengakses jaringan listrik," harapnya.
 
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar