Warga AS kecam serangan udara di Irak

id Warga AS,Serangan udara AS,QassemSoleimani,Irak

Warga AS kecam serangan udara di Irak

Pengunjuk rasa di Teheran, Jumat (3/1/2020), melancarkan protes atas pembunuhan terhadap pemimpin pasukan elit Quds Mayor Jenderal Qassem Soleimani, yang tewas karena serangan udara Amerika Serikat di bandara Baghdad, Irak. ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency)/Nazanin Tabatabaee via REUTERS/pras.

Washington (ANTARA) - Sejumlah kelompok massa turun ke jalan di Washington dan sejumlah kota lainnya di Amerika Serikat, Sabtu (4/1), guna mengecam serangan udara di Irak.

Serangan udara oleh AS itu diperintahkan oleh Presiden Donald Trump dan menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani.

Mereka juga mengecam keputusan Trump untuk mengirim sekitar 3.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah.

"Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian. AS angkat kaki dari Timur Tengah!," teriak ratusan demonstran di depan Gedung Putih sebelum menuju Trump International Hotel, yang berada tak jauh dari lokasi tersebut.

Aksi protes serupa terjadi di New York, Chicago dan kota-kota lainnya. Penyelenggara Code Pink, kelompok antiperang yang dipimpin kaum perempuan, menyebutkan aksi protes dijadwalkan pada Sabtu di sejumlah kota besar dan kecil di AS.

Massa di Washington memegang poster-poster bertuliskan "Jangan ada perang atau sanksi terhadap Iran!" dan "Pasukan AS keluar dari Irak!"

Pembicara dalam aksi di Washington melibatkan aktris sekaligus pegiat Jane Fonda, yang ditangkap tahun lalu saat aksi protes perubahan iklim di Capitol AS.

"Generasi muda di sini harus tahu bahwa semua perang yang terjadi sejak Anda lahir telah memperebutkan minyak," kata Fonda (82) di hadapan massa, menambahkan bahwa "kita tidak bisa lagi kehilangan nyawa dan membunuh orang serta merusak lingkungan gara-gara minyak."

"Aksi protes tidak banyak membantu, tetapi setidaknya saya bisa hadir dan mengatakan sesuatu: bahwa saya menentang hal ini," kata demonstran Steve Lane dari Bethesda di Maryland. "Dan mungkin jika cukup banyak orang melakukan hal serupa, ia (Trump) akan mendengarkan."

Soleimani, yang dianggap sebagai tokoh terkuat nomor dua di Iran, tewas dalam serangan AS pada konvoi di bandara Baghdad pada Jumat (3/1), dalam peningkatan dramatis permusuhan di Timur Tengah antara Iran dan AS beserta sekutu-sekutunya.

Pendapat publik menunjukkan bahwa warga Amerika secara umum menentang intervensi militer AS di luar negeri. Survei tahun lalu oleh Chicago Council on Global Affairs menyebutkan 27 persen warga Amerika yakin intervensi militer menjadikan Amerika Serikat lebih aman, dan hampir setengahnya berpendapat sebaliknya.

Sumber: Reuters


 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar