Sleman akan benahi drainase tidak sesuai dimensi

id Drainase,Genangan air hujan,Banjir,DPUPKP Sleman,Kabupaten sleman

Sleman akan benahi drainase tidak sesuai dimensi

Dokumentasi foto - Drainase di Kabupaten Bangka Selatan rusak dihantam banjir, Minggu (5/1) (babel.antaranews.com/Ahmadi)

selain masalah dimensi yang tidak sesuai, genangan air juga lebih banyak diakibatkan sumbatan tumpukan sampah, seperti di daerah Jalan Kaliurang sekitar gardu PLN.
Sleman (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapati beberapa drainase di wilayah setempat  tidak sesuai dimensi sehingga akan dibenahi untuk mengantisipasi genangan air dan potensi banjir saat hujan deras.

"Ada beberapa drainase yang memang dimensinya tidak sesuai, terlalu kecil sehingga akan kami bongkar dan dibangun ulang," kata Kepala DPUPKP Kabupaten Sleman Sapto Winarno di Sleman, Rabu.

Menurut dia, selain masalah dimensi yang tidak sesuai, genangan air juga lebih banyak diakibatkan sumbatan tumpukan sampah, seperti di daerah Jalan Kaliurang sekitar gardu PLN.

"Kami juga sudah melakukan upaya pembersihan terhadap drainase yang tertutup sampah. Namun memang ketika hujan lebat di beberapa tempat masih saja ada genangan air. Upaya normalisasi di lapangan terus dilakukan," katanya.

Baca juga: Satu rumah di Prambanan rusak akibat pergerakan tanah

Ia mengatakan, untuk penanganan lebih lanjut upaya normalisasi drainase tidak bisa dilakukan dengan sepotong-sepotong.

"Sudah ada master plan dan secara bertahap drainase di Sleman akan kami benahi, karena saluran drainase di Sleman sudah tidak sesuai, kami buat  perencanaan yang baru," katanya.

Sapto mengatakan, kendala yang dihadapi diantaranya banyak komplek perumahan yang terlalu berdekatan sehingga menyulitkan petugas untuk memperbaiki drainase.

"Tinggal pelaksanaan pada 2020 ini, DED-nya standar untuk drainase di wilayah permukiman," katanya.

Ia mengatakan, dana yang akan digelontorkan untuk normalisasi drainase sekitar Rp10 miliar lebih.

"Namun itu tidak bisa dilakukan dalam kurun waktu satu tahun anggaran, namun bertahap. Kami ada petanya mana dulu yang didahulukan," katanya.
Baca juga: Bupati Sleman lantik 29 pejabat sehari jelang larangan mutasi

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar