Bupati Bantul instruksikan jajarannya siaga hadapi potensi bencana

id Bupati siaga bencana

Bupati Bantul instruksikan jajarannya siaga hadapi potensi bencana

Bupati Bantul Suharsono (batik) bersama Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono dan Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengecek peralatan usai Apel Siaga Bencana di Mapolres Bantul. (ANTARA/Hery Sidik)

Sesuai prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, potensi hujan lebat-sedang akan melanda wilayah DIY termasuk Bantul ...
Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Suharsono menginstruksikan semua jajaran instansi terkait di lingkungan pemerintah kabupaten setempat siap siaga menghadapi potensi kejadian bencana yang di wilayah ini saat cuaca ekstrem dalam sepekan lebih ke depan.

"Seperti imbauan dari Gubernur DIY bahwa dari tanggal 11 sampai 20 Januari ini, kita harus siap siaga bencana walaupun itu (bencana) tidak kita inginkan," kata Bupati usai menghadiri Apel Siaga Bencana yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Bantul di Mapolres Bantul, Jumat.

Sesuai prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, potensi hujan lebat-sedang akan melanda wilayah DIY termasuk Bantul dalam sepekan ke depan, sehingga dampaknya seperti angin kencang, banjir, tanah longsor harus diwaspadai.

"Makanya itu dari BMKG dan manapun ahlinya, kita diminta siaga seperti imbauan dari Gubernur. Saya memberikan apresiasi kepada Kapolres dengan dilaksanakan apel siaga ini. Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kita," katanya.

Dengan demikian, kata Bupati, mulai hari ini semua pihak terkait kebencanaan di Bantul siaga semua. "Kita semua siaga satu, kita harus jaga, tidak ada yang mundur, manakala ada kejadian, kita langsung siap," katanya.

Baca juga: Polres Bantul lakukan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana

Dia mengatakan kejadian bencana memang tidak bisa diprediksi sebelumnya, namun setidaknya dengan meningkatkan kesiapsiagaan aparat pemerintah dan menyiapkan peralatan yang memadai, harapannya dapat meminimalkan korban baik jiwa maupun harta manakala terjadi bencana.

"Yang namanya bencana, kita tidak tahu kapan terjadi, walaupun tidak kita inginkan. Tapi kita semua siap dan peralatan yang ada kita cek, agar bisa digunakan setiap saat," kata Bupati didampingi Kapolres dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.

Bupati juga mengharapkan, masyarakat bisa melakukan mitigasi mandiri atau upaya mengurangi resiko bencana sendiri, misalnya dengan memangkas ranting atau dahan pohon yang sudah rindang, sebagai antisipasi tumbang ketika diterpa angin kencang saat hujan deras.

"Sudah saya imbau bahwa kalau kira-kira ada pohon yang membahayakan, tidak perlu lapor ke saya, langsung dipotong saja hingga tingkat kelurahan. Jadi tidak usah laporan ke pemda, langsung dipotong apabila (pohon) membahayakan," katanya.*
Baca juga: FPRB Bantul tumbuhkan kesadaran masyarakat melakukan mitigasi bencana
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar