Sultan HB X minta PMI DIY proaktif saat darurat bencana

id PMI DIY,sultan,DIY

Sultan HB X minta PMI DIY proaktif saat darurat bencana

Wagub DIY KGPAA Paku Alam X memukul gong saat membuka Musyawarah Kerja Daerah PMI Daerah Istimewa Yogyakarta 2019/2020 di Yogyakarta, Sabtu(11/1/2020). ANTARA/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan jajaran sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) DIY lebih proaktif memberikan pelayanan kepada masyarakat saat situasi tanggap darurat bencana.

"PMI DIY harus cepat mengerahkan dan mendistribusikan semua potensi yang dimiliki," kata Sultan dalam sambutan yang dibacakan Wagub DIY KGPAA Paku Alam X saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) PMI Daerah Istimewa Yogyakarta 2019/2020 di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut Sultan, PMI DIY perlu mencermati peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan masyarakat saat situasi tanggap darurat.

Saat kondisi darurat bencana terjadi, berbagai hal meliputi sukarelawan, mobil, ambulans, truk tangki, serta berbagai bantuan logistik lainnya harus secepatnya didistribusikan ke lokasi bencana.

Oleh sebab itu, melalui Muskerda PMI DIY 2019/2020, Sultan berharap peningkatan kapasitas sumber daya untuk penanggulangan bencana menjadi prioritas rencana kerja karena DIY merupakan daerah rawan bencana.

"Sebagai organisasi sosial kemanusiaan, PMI harus mampu menyesuaikan diri dengan semangat dan tantangan kekinian," kata Sultan.

Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo pada 2020 PMI DIY masih akan fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan meningkatkan kapasitas organisasi, pengembangan sumber daya, pembinaan relawan serta akuntabilitas publik pada pengelolaan keuangan.

"Pada tahun 2019 PMI DIY telah menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana, krisis kesehatan, kekeringan, angin kencang dan lainnya baik di wilayah DIY maupun di luar provinsi yang membutuhkan. Tercatat ada sekitar 52.784 orang penerima manfaat," kata Gusti Prabu.

Ia menambahkan pada kurun waktu yang sama PMI DIY juga telah menambah tujuh ambulans yang terdiri atas dua ambulans transportasi, satu ambulans gawat darurat serta enam ambulans motor.

"Ambulans-ambulans yang didukung oleh mitra itu tersebar di PMI DIY dan Kabupaten/Kota di DIY. Selain itu kita juga telah berhasil menyusun 69 (enam puluh sembilan) standar operasional prosedur sebagai petunjuk pelaksanaan teknis PMI se-DIY," kata dia.

Selanjutnya untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di DIY sebagaimana dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa tanggal 8-12 Januari 2020 sebagian besar wilayah DIY masih berpotensi terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang, PMI DIY telah mengambil beberapa kebijakan.

"Kami telah mengaktifkan Posko PMI se-DIY, menyiapkan sarana prasarana penunjang untuk melakukan respons tanggap darurat terkait musim penghujan yang berpotensi cuaca ekstrem," kata Wakil Ketua Penanggulangan Bencana PMI DIY Arif Rianto Budi Nugroho.

PMI DIY, kata Arif, menyiagakan personel terlatih untuk kesiapsiagaan serta melakukan respons awal jika terjadi bencana. Hal ini dibarengi dengan koordinasi baik internal PMI maupun instansi, lembaga terkait serta pihak eksternal lainnya untuk kecepatan respons tanggap darurat.

Ia menyebutkan jumlah relawan PMI DIY tercatat ada 8.001 orang Palang Merah Remaja (PMR), 3.032 Korps Sukarela (KSR), 1.037 Tenaga Sukarela (TSR) dan Donor Darah sukarela sejumlah 29.720 orang.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar