Pembuangan sampah dari Yogyakarta ke TPA Piyungan butuh waktu lebih lama

id Sampah, TPA Piyungan,tersendat,yogyakarta

Pembuangan sampah dari Yogyakarta ke TPA Piyungan butuh waktu lebih lama

Ilustrasi tumpukan sampah di salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Yogyakarta (ANTARA/Eka AR)

kondisi tersebut terjadi karena antrean truk sampah yang juga ingin membuang sampah ke TPA Piyungan pada saat yang bersamaan.

Yogyakarta (ANTARA) - Proses pembuangan sampah dari Kota Yogyakarta ke Tempat Pembuangan Akhir Piyungan di Kabupaten Bantul tersendat sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama hingga empat kali lipat dibanding kondisi normal.

“Sejak pekan lalu, waktu yang dibutuhkan untuk membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan memang lebih lama. Biasanya hanya satu jam pulang pergi tetapi sekarang bisa mencapai tiga hingga empat jam,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena antrean truk sampah yang juga ingin membuang sampah ke TPA Piyungan pada saat yang bersamaan.

“Namun, antrean truk sampah tersebut masih berada di dalam area TPA Piyungan. Belum sampai mengular panjang hingga menganggu akses atau aktivitas masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Baca juga: DLHK sebut keterbatasan alat berat TPST Piyungan penyebab antrean truk

Oleh karena itu, Suyana berharap, pengelola TPA Piyungan bisa mempercepat proses penurunan sampah dari truk sehingga tidak mengganggu jadwal pengambilan sampah di tempat pembuangan sampah sementara atau dari depo sampah di Kota Yogyakarta.

“Jadwal pengambilan sampah di depo biasanya dilakukan setidaknya dua kali dalam sehari. Untuk jadwal pengambilan pertama, tidak ada kendala karena masih sesuai jadwal. Tetapi, untuk pengambilan kedua dan berikutnya menjadi terlambat karena lamanya proses pembuangan sampah di Piyungan,” katanya.

Meskipun demikian, Suyana mengatakan, tetap berusaha melakukan pengambilan sampah di depo atau tempat pembuangan sampah sementara sesuai jadwal yang telah ditetapkan sehingga tidak muncul tumpukan sampah yang bisa menganggu masyarakat.

“Apalagi saat musim hujan seperti sekarang. Sampah menjadi basah dan cepat membusuk. Kalau tidak segera dibuang, maka bisa mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.

Baca juga: Bupati berharap tak ada lagi tumpukan sampah di Sleman

Sampai saat ini, lanjut dia, belum ada tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah sementara atau depo karena semuanya bisa dibuang ke TPA Piyungan meskipun terlambat dari jadwal yang sudah diatur.

Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 140 tempat pembuangan sampah sementara. Jarak permukiman dengan tempat pembuangan sampah sementara biasanya lebih dari radius satu kilometer, bahkan ada permukiman yang jaraknya sekitar lima kilometer. “Idealnya, tempat pembuangan sampah sementara berjarak dalam radius satu kilometer,” lanjutnya.

Sementara itu, rata-rata volume sampah dari Kota Yogyakarta yang dibuang ke TPA Piyungan mencapai sekitar 250 ton hingga 260 ton per hari.

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar