Pemkab : lahan pertanian tiga kecamatan di Bantul rawan tergenang

id Lahan pertanian Bantul

Pemkab : lahan pertanian tiga kecamatan di Bantul rawan tergenang

Ilustrasi lahan pertanian di wilayah Bantul, DIY. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan lahan pertanian yang ada di tiga kecamatan wilayah ini rawan tergenang air atau terdampak banjir saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

"Kalau lahan yang rawan dan potensi tergenang itu ada di sisi selatan dimulai dari wilayah kecamatan Sanden, Srandakan terus kemudian Kretek, tiga wilayah itu yang rawan genangan," kata Kepala Bidang Sarana Prasarana Penyuluhan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Arifin Hartanto di Bantul, Selasa.

Pihaknya tidak menyebutkan secara detail lahan pertanian wilayah mana yang berpotensi tergenang itu, namun sebagai gambaran tiga wilayah tersebut merupakan daerah paling hilir atau paling rendah di Bantul, sehingga jika air hujan berlebih, maka akan mengalir ke wilayah tersebut.

"Kalau Bantul itu kan posisinya di hilir, jadi kalau kebanjiran itu yang pertama kali kebanjiran terutama di selatan, sementara kalau kekurangan air Bantul yang pertama kali kurang air, karena kalau musim kemarau itu airnya sudah dikuras oleh (petani) yang posisinya di hulu," katanya.



Dia melanjutkan kalau musim hujan mengakibatkan debit air melimpah di saluran-saluran yang berada hulu pasti akan mengalirkan air ke hilir.

"Bukan menyalahkan letak, tetapi seperti itulah keadaannya, jadi karena posisinya di hilir, dan yang paling potensi tiga kecamatan itu," katanya.

Dia mengatakan total lahan pertanian di wilayah selatan Bantul yang rawan tergenang tersebut luasannya mencapai hingga 1.200 hektare, tergantung kondisi hujan yang mengguyur wilayah Bantul pada saat itu, dan sebagian besar lahan pertanian ditanami padi.

"Kalau sekarang ini sebagian besar sudah memasuki tanaman padi, namun kalau di lahan pasir itu malah tidak berpotensi ada genangan, dan biasanya sayur-sayuran yang ada di sana aman," katanya.



Arifin mengatakan, sebagai antisipasi agar lahan pertanian tidak tergenang atau setidaknya mempercepat penyusutan genangan apabila terjadi banjir, para petani diimbau membersihkan saluran-saluran irigasi dari endapan atau sedimen yang menumpuk di saluran.

"Imbauannya membersihkan saluran-saluran supaya air segera terbuang ke laut, jadi memaksimalkan fungsi saluran. Juga saluran-saluran yang daya tampungnya kecil akibat penumpukan lumpur dibersihkan sehingga daya tampung lebih besar untuk kelancaran air mengalir ke laut," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar