Pemkab Gunung Kidul melakukan kampanyekan makan daging sehat

id Antraks,Kampanye makan daging,Gunung Kidul

Pemkab Gunung Kidul melakukan kampanyekan makan daging sehat

Bupati Gunung Kidul Badingah (kanan) dan Ketua DPRD Gunung Kidul Endah (kiri) mengkapanyekan makan daging sehat. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan kampanye makan daging sehat dengan cara dimasak dengan benar.

Bupati Gunung Kidul Badingah di Gunung Kidul, Kamis, mengharapkan masyarakat, dan wisatawan untuk tidak takut menyantap olahan daging, asal diolah secara benar.

"Saya menyatakan Kabupaten Gunungkidul, kalau makan daging di sini aman. Sebagaimana sudah dibuktikan bersama, makan daging Kabupaten Gunungkidul aman Halalal Toyiban," ucap Badingah.



Ia mengatakan Pemkab Gunung Kidul akan menekan peredaran hewan ternak yang berasal dari luar daerah, sebab disinyalir hewan ternak yang terpapar antraks berasal dari luar daerah.

"Kami akan menempatkan petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan hewan luar daerah yang masuk ke Gunung Kidul," katanya.

Seperti diketahui, Dusun Ngrejek Wetan, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, menjadi salah satu wilayah terpapar antraks. Salah seorang warganya menceritakan pengalaman mengkonsumsi hewan ternak yang beberapa waktu lalu dinyatakan positif antraks.



Kampanye makan daging sehat ini dalam rangka menyikapi kasus antraks yang terjadi di Kecamatan Semanu dan Ponjong.

Kepala Dusun Ngrejek Wetan, Narsiko, menceritakan pertengahan Desember 2019 lalu, ada dua ekor sapi sakit secara mendadak. Lalu, sebelum sampai mati, oleh warga sekitar disembelih. Oleh warga dibeli atau brandu, dan dibagikan ke warga.

"Warga Dusun Ngrejek Wetan biasa menyembelih sapi yang sudah sakit, dan dijual ke warga sekitar. Hal ini sebagai upaya untuk membantu warga agar tidak terlalu rugi karena kematian hewan ternak," katanya.



Sebagai perangkat desa, dirinya melaporkan kematian dua sapi milik warganya ke petugas kesehatan hewan. Sampai akhirnya oleh Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul dinyatakan hewan yang disembelih positif antraks, dari hasil uji laboratorium dari BBVET Wates.

Perlu diketahui hasil laboratorium yang disampaikan Dinas Kesehatan Gunung Kidul, sebanyak 27 orang positif antraks. Sebagian besar di Dusun Ngrejek Wetan, sebagian lainnya di Dusun Ngrejek Kulon.

"Saya masih biasa saja meski sudah makan daging sapi tersebut," ucap Marsito.


 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar