DPRD Kulon Progo mendorong DKP dampingi kelompok pembudidaya lele

id Komisi II DPRD Kulon Progo,Lele,BPNT,DKP,Kulon Progo

DPRD Kulon Progo mendorong DKP dampingi kelompok pembudidaya lele

Komisi II DPRD Kulon Progo meninjau Pokdakan di Kecamatan Galur yang menerapkan sistem budi daya kolam buat lele. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Komisi II DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan setempat melakukan pendampingan kepada kelompok pembudidaya ikan lele.

Mereka  diharapkan dapat memenuhi permintaan lele untuk pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai yang dimulai pada tahun 2020 ini.

Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Sendy Yulistya di Kulon Progo, Senin, mengatakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan kepada penerima bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) meliputi beras, telur, dan direncanakan ikan lele.

"Kami mendesak DKP meningkatkan produksi lele melalui kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) dalam rangka memenuhi permintaan lele dalam BPNT," kata Sendy.

Ia mengatakan DKP Kulon Progo juga harus melakukan standarisasi harga lele di 12 kecamatan supaya tidak terjadi kesenjangan harga antarkabupaten.

Komisi II mendorong kebutuhan BPNT bagi KPM Kulon Progo tidak mengambil atau mendatangkan lele dari luar daerah karena ketersediaan lele, di wilayah utara seperti Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo dan Kokap tidak sama seperti di wilayah selatan seperti di Galur, Lendah, Sentolo, Panjatan, Temon dan Wates.

"Kami berharap ada standarisasi harga lele untuk wilayah utara yang tidak banyak adanya budi daya lele, dengan wilayah selatan sebagai sentra lele," katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Dwi Nugraha Santoso juga mendorong DKP Kulon Progo memperbanyak pokdakan-pokdakan di 12 kecamatan, supaya mereka dapat menikmati keuntungan dengan adanya program BPNT sebagai pemasok lele.

Menurutnya, pokdakan yang harus diperbanyak di wilayah utara, seperti Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh.

"Di wilayan ini budi daya lele atau ikan lainnya sangat rendah dikarenakan persoalan ketersediaan air dan letak geografis. Namun demikian, kami minta ada sentra budi daya lele di wilayah utara yang dapat mencukupi kebutuhan KPM," katanya.

Sementara itu, Kasi Produksi Bidang Pembudidayaan Ikan DKP Kulon Progo Wakhid Purwosubiantoro mengatakan pada tahun ini, DKP Kulon Progo memberikan bantuan sebanyak 200 unit kolam sistem budi daya kolam buat dengan diameter dua meter.

"Sistem budi daya ikan kolam bulat ini sangat efektif mendongkrak produksi lele, selain padat tebar, keuntungan yang didapat juga sangat menggiurkan," katanya.

Ia mengatakan pada 2020 ini, ada 56 kelompok yang siap memasok kebutuhan lele KPM program BPNT di 12 kecamatan.

Lele dari panenan pokdakan akan didistribusikan secara kontinyu sesuai kebutuhan melalui e-Warong yang ditunjuk sebagai penyalur program sembako dan BPNT kabupaten.

“Ada sekitar 29 pemasok sebagai menyalurkan lele untuk program sembako dan sekitar 18 pemasok sebagai penyalur lele untuk program BPNT kabupaten,” katanya.

Menurutnya, kesediaan pemasok tidak hanya mendistribusikan lele secara kontinyu sesuai dengan kebutuhan KPM di wilayah tertentu. Ketentuan lain harus menyediakan kolam sementara di tempat pengambilan dan memberikan pelayanan pembersihan kotoran lele.

KPM Program Sembako di Kulonprogo, katanya, sekitar 19.180 kepala keluarga (KK) yang setiap KK akan menerima 1 kg perbulan. Sedangkan KPM BPNT kabupaten sekitar 4.680 KK yang setiap KK akan menerima 1,5 kg perbulan.

"Lumayan banyak kebutuhan lele setiap bulan untuk program sembako dan BPNT kabupaten. Kebutuhan keseluruhan tiap bulan diperkirakan mencapai 56,2 ton,” katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar