DPPKP: Musim tanam padi di Bantul mundur tiga bulan

id musim tanam,tanam padi,kabupaten bantul

DPPKP: Musim tanam padi di Bantul mundur tiga bulan

Ilustrasi: Sawah atau tanaman padi di wilayah Tamanan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Musim tanam pertama padi di sebagian wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang seharusnya dimulai pada Oktober-November, namun mundur sekitar dua hingga tiga bulan menjadi Januari, karena ketersediaan air irigasi yang belum mencukupi.

"Musim tanam pertama ini memang mundur karena belum ada hujan itu, harusnya kan mulai Oktober-November kemarin, namun baru Januari ini. Jadi mundur hingga tiga bulan," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Imawan Ekohandrianto di Bantul, Senin.

Menurut dia, mundurnya waktu musim tanam padi karena di sebagian wilayah Bantul tidak tersedia air irigasi melimpah. Bahkan kekeringan akibat kemarau panjang pada 2019 yang berlangsung hingga akhir tahun. Pada awal Januari 2020 ini pun hujan yang turun belum intens.

"Karena kekeringan akibat kemarau panjang, sehingga menunggu hujan. Makanya kemarin itu banyak lahan pertanian yang menganggur, karena kalau mau pakai pompa air tidak efisien, butuh biaya besar, jadi nunggu air," kata Imawan.

Meski demikian, kata dia, di sebagian wilayah Bantul, terutama di daerah hulu yang sumber airnya melimpah petani tetap dapat menanam padi mulai Desember dan kemudian panen pada Maret-April, sehingga produksinya akan masuk pada hitungan tahun 2020.

Dia juga menjelaskan sesuai rencana pada musim pertama ini luasan tanam padi di seluruh Bantul ditargetkan mencapai sekitar 10.000 hektare. Namun hingga pertengahan Januari baru terealisasi sekitar 8.000 hektare, sehingga masih kurang sekitar 2.000 hektare untuk mencapai target.

"Namun mundurnya tanam ini tetap tidak memengaruhi produksi padi, karena secara umum akan dipenuhi pada musim tanam selanjutnya, jadi kita hitungannya tahunan. Bila tidak tercapai pada musim tanam pertama, masih ada musim tanam kedua," kata Imawan.

Ia mengatakan total luas lahan pertanian baku pada 17 kecamatan di Bantul mencapai 14.919 hektare. Dari lahan tersebut, rata-rata ditanami padi selama dua kali, kemudian di sebagian wilayah ditanami tiga kali. Sedangkan untuk palawija menunggu ketersediaan air irigasi melimpah.

"Selain itu, di Bantul juga ada lahan sawah tadah hujan sekitar 1.000 hektare. Total selama satu tahun luasan tanam padi di Bantul mencapai 30 ribuan hektare, naik turunnya diangka itu, tergantung kondisi air irigasi," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar