Pemkab/pemkot di DIY diimbau lakukan persiapan menghadapi hujan ekstrem

id Hujan ekstrem

Pemkab/pemkot di DIY diimbau lakukan persiapan menghadapi hujan ekstrem

Ilustrasi hujan lebat disertai angin kencang sebabkan pohon tumbang. ANTARA/HO

Bantul (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai melakukan persiapan atau langkah antisipasi menghadapi potensi kejadian yang diakibatkan hujan ekstrem pada beberapa hari ke depan.

"Imbauan untuk pemerintah kabupaten utamanya setelah tiga hari ini akan ada cuaca ekstrem, tentu ini kesempatan atau waktu bagus memangkas pohon-pohon di jalan," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Yogyakarta Agus Riyanto usai Rakor Komprehensif dengan Pemkab Bantul di Bantul, Selasa.

Menurut dia, cuaca panas di wilayah DIY yang terjadi sejak sepekan lebih yang lalu ini diprediksi akan berlangsung hingga tiga hari ke depan, setelah akan terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang, sehingga pemangkasan pohon yang sudah rapuh perlu dilakukan untuk antisipasi tumbang.

"Pohon yang kelihatan rapuh harus dirapikan, dipangkas dan sebagainya. Kemudian saluran air yang mampet diperbaiki, diperdalam lagi oleh pemerintah daerah sebagai antisipasi banjir," katanya.

Selain itu, kata dia, pemkab juga melakukan antisipasi terhadap kejadian tanah longsor terutama di lereng-lereng perbukitan, atau setidaknya dapat meminimalkan korban jika bencana tersebut terjadi.

Agus menjelaskan, puncak musim hujan untuk wilayah DIY yang meliputi empat kabupaten yaitu Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunung Kidul serta Kota Yogyakarta tersebut ada di akhir Januari pada dasarian ketiga.

"Atau kurang lebih dari tanggal 21 sampai 31 Januari hingga awal Februari. Sehingga kita waspadai saat itu menjadi puncak musim hujan di DIY. Intensitas hujan saat puncaknya bisa di atas 100 milimeter, ketika di atas 100 milimeter sebagai hujan ekstrem," katanya.

Agus juga mengatakan, perlunya mewaspadai pergantian cuaca dari awalnya panas kemudian secara tiba-tiba menjadi mendung dalam beberapa hari ke depan, karena akan berpotensi terjadi angin kencang.

"Kita waspadai karena ini polanya mirip pancaroba, seperti ketika musim kemarau akan menjadi hujan ada potensi angin puting beliung dan angin kencang, jadi kalau siang hari panas tiba-tiba mendung waspadai angin kencang," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar