PBNU optimistis Yenny Wahid mampu atasi masalah Garuda Indonesia

id yenny,pbnu,komisaris Garuda

PBNU optimistis Yenny Wahid mampu atasi masalah Garuda Indonesia

Yenny Wahid. (ANTARA FOTO/ Yulius Satria Wijaya)

Yogyakarta (ANTARA) - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf optimistis putri almarhum Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid yang ditunjuk sebagai Komisaris Independen Garuda Indonesia mampu mengatasi masalah di tubuh maskapai itu.

"Ini tantangan besar buat mbak Yenny, tapi mbak Yenny itu kan orang kuat ya," kata Yahya Cholil Staquf di sela Forum Eurasia Centrist Democrat International (CDI) di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Yahya, Yenny memiliki keterampilan yang telah teruji sehingga akan mampu berkotribusi melakukan perbaikan di tubuh Garuda Indonesia.



"Dia sudah terbukti keterampilannya. Saya sih optimistis (mampu)," ujar mantan juru bicara presiden ke-4 Abdurrahman Wahid ini.

Maskapai Garuda Indonesia telah menetapkan komisaris utama dan direktur utama baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB yang digelar pada Rabu (22/1).

Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf ditetapkan sebagai komisaris utama, mendampingi mantan Direktur PT Inti Irfan Suraputra yang ditunjuk sebagai direktur utama Garuda Indonesia.

Selain Triawan, beberapa sosok populer termasuk politisi Yenny Wahid dan pengusaha Peter F Gontha masuk sebagai komisaris independen maskapai pelat merah tersebut.



Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan penunjukan politisi Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen baru Garuda Indonesia bertujuan untuk melindungi karyawan dan pramugari wanita di maskapai pelat merah tersebut.

Erick mengatakan bahwa kapabilitas dan kemampuan Yenny Wahid tidak usah lagi dipertanyakan, mengingat Yenny Wahid merupakan figur atau sosok yang bagus.

Yenny Wahid sendiri memiliki latar belakang di bidang pergerakan wanita.

Dengan adanya Yenny Wahid, tambah Erick, para pramugari dan karyawan wanita Garuda setidaknya ada yang melindungi mereka atau bisa diajak bicara.


 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar