Akademisi sebut kemampuan nonteknis bekal penting siswa menjadi tangguh

id Kemampuan nonteknis bekal siswa jadi tangguh, bekal siswa tangguh, kolaborasi Industri dan Kampus

Akademisi sebut kemampuan nonteknis bekal penting siswa menjadi tangguh

Siswa UIC College mempresentasikan hasil karyanya. ANTARA/HO-Dok pri.

Jakarta (ANTARA) - Kemampuan nonteknis merupakan bekal penting bagi siswa untuk menjadi tangguh dan mampu menghadapi tantangan, kata akademisi dari Unisadhuguna International College (UIC) Aimee Sukesna.

"Kemampuan nonteknis siswa perlu terus dikembangkan sehingga mampu menghasilkan siswa yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Dia menambahkan salah satu bentuk kemampuan nonteknis yang terus dikembangkan, terkait dengan kreativitas, inovasi, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, dan berkolaborasi.

Aimee yang juga Head of Campus dari UIC College BSD itu, menambahkan dalam menghadapi industri 4.0, generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, yang lebih rumit dan memerlukan kemampuan serta kecakapan tertentu.

"Oleh karenanya, pembekalan kemampuan nonteknis sangat diperlukan. Kita tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan teknis tapi juga nonteknis," katanya.

Aimee juga menyambut baik program Kampus Merdeka yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, yang mana did alamnya kerja sama perguruan tinggi dan industri.

Pihaknya juga sudah memulai hal itu dengan kerja sama terbaru, yakni kolaborasi Pasar Seni Ancol dalam program
revitalisasi Pasar Seni Ancol untuk meningkatkan keberadaan Pasar Seni Ancol sebagai pusat berkumpul generasi muda di bidang seni dan budaya.

“Kami sangat senang bahwa kami dapat berkolaborasi terhadap program revitalisasi yang dilakukan oleh Pasar Seni, yang mana melalui program ini para siswa kami dapat memberikan kontribusi atas kemampuan mereka kepada industri kreatif, khususnya di bidang merrk, desain, dan musik. Sekaligus menjadi salah satu bentuk praktik langsung para siswa secara nyata ke dalam industri di Indonesia, khususnya industri kreatif," katanya.



Direktur Pasar Seni Ancol, Mia Maria, mengatakan banyak kurator seni internasional mengunjungi Pasar Seni Ancol dan mengagumi ada satu pusat seni yang menampung banyak seniman dengan karya seni yang beragam, tetapi saat ini kurang terekspose.

Ke depannya, Pasar Seni Ancol akan mengisi banyak kegiatan seni rupa dan budaya, seni musik dan seni lintas disiplin.

“Kolaborasi bersama kampus merupakan salah satu bagian dari program kami untuk menyediakan ruang publik yang
sarat inovasi, kreativitas, dan mengedukasi bagi masyarakat Jakarta. UIC College dengan kompetensi program yang dimiliki bisa memfasilitasi kebutuhan kami dalam proses revitalisasi tersebut," katanya.

Para siswa tahun kedua di UIC College dihadapkan pada satu proyek untuk memberikan presentasi atas gagasan, inovasi serta berbagai ide kreatif terhadap revitalisasi Pasar Seni Ancol dengan tema “Creative Innovations for the Industry 4.0 with the objective to Rejuvenate Pasar Seni Ancol”.

Siswa UIC diberikan tantangan oleh tim Pasar Seni Ancol untuk memberikan usulan strategi promosi dan produk yang baru, instalasi seni yang interaktif dan modern, juga pembuatan musik "soundtrack" untuk merealisasikan revitalisasi Pasar Seni Ancol menjadi pusat seni dan budaya internasional.

Setelah pengerjaan selama satu semester, pada 23 Januari 2020, siswa UIC pun mempresentasikan hasil akhir mereka di UIC College BSD ke manajemen Pasar Seni Ancol yang hadir sebagai tim penilai.



 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar