Bantul dipastikan masih aman dari penyakit hewan menular ke manusia

id Sekda Bantul,penyakit menular,hewan,menular,manusia,Yogyakarta,Bantul

Bantul dipastikan masih aman dari penyakit hewan menular ke manusia

Sekda Bantul, DIY Helmi Jamharis didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Joko Waluyo (FOTO ANTARA/Hery Sidik)

Sosialisasi kepada warga masyarakat tentang penyakit hewan menular strategis, diberikan baik itu kepada masyarakat, pedagang dan kepada pelaku usaha di bidang peternakan, sosialisasi ini bagi kami penting.
Bantul, Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan bahwa daerah ini sampai sekarang masih aman dari kasus penyakit hewan yang menular ke manusia, sehingga masyarakat tidak perlu resah.

"Terkait dengan penyakit hewan baik sapi, kambing yang menular kepada manusia sampai saat ini Bantul tidak ada," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis dalam jumpa pers menyikapi kasus antraks di Gunung Kidul, Senin.

Menurut dia, meski sampai saat ini Bantul sebagai kabupaten bersebelahan dengan Gunung Kidul masih aman dari kasus penyakit hewan menular ke manusia atau antraks, namun Pemkab tetap melakukan antisipasi dan pencegahan.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menugaskan Dinas Kesehatan dan juga Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul untuk melaksanakan berbagai langkah yang pertama sosialisasi kepada tentang penyakit hewan menular.

"Sosialisasi kepada warga masyarakat tentang penyakit hewan menular strategis, diberikan baik itu kepada masyarakat, pedagang dan kepada pelaku usaha di bidang peternakan, sosialisasi ini bagi kami penting," katanya.

Baca juga: BPBD Bantul waspadai potensi tiga bencana pada akhir Januari 2020

Dia mengatakan, kemudian Pemkab melakukan kewaspadaan dini dan respon dengan meningkatkan pemantauan dugaan kasus antraks manusia di puskesmas dan rumah sakit.

"Jadi Dinkes juga memonitor di puskesmas maupun rumah sakit di Bantul untuk mengetahui ada tidaknya penularan antraks di Bantul," katanya.

Selain itu, kata dia, melakukan pengawasan lalu lintas ternak di wilayah perbatasan Bantul dengan Gunung Kidul, dan langkah regulatifnya membuat edaran kepada lurah desa, dan kecamatan tentang kewaspadaan penyebaran penyakit antraks ini.

"Harapannya dengan langkah-langkah ini masyarakat Bantul terjaga dari penyakit antraks dan merasa nyaman bila ingin mengkonsumsi daging sapi dan kambing. Ini yang kita laksanakan terkait upaya antisipasi meluasnya penyakit antraks yang kemarin terjadi di wilayah Gunung Kidul," kata Helmi Jamharis.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Joko Waluyo menjelaskan, antraks itu bukan sepenuhnya virus, melainkan karena bakteri, berbeda dengan virus yang sama sekali tidak ada obatnya.

"Salah satu ciri ternak yang terkena antraks itu panas atau suhu badan naik, kemudian pernafasan agak terengah-engah seperti sesak nafas, hampir kejang-kejang, seandainya hampir kematian mengeluarkan darah dari semua lubang alami," katanya.
Baca juga: Bawaslu Bantul akan kembangkan program Desa Anti-Politik Uang
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar