DPRD Kulon Progo minta Disperindag menata pedagang Pasar Bendungan

id Pasar Bendungan,Komisi II DPRD Kulon Progo,Kulon Progo

DPRD Kulon Progo minta Disperindag menata pedagang Pasar Bendungan

Kondisi akses jalan Pasar Bendungan Kabupaten Kulon Progo yang tidak representatif. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Komisi II DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat menata pedagang lantai II Pasar Bendungan karena sepi pedagang dan pembeli.

Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Raden Sunarwan di Kulon Progo, Senin, mengatakan berdasarkan inspeksi mendadak Komisi II, pedagang lantai II di Pasar Bendungan mengeluhkan dagangannya tidak laku, sehingga mereka meninggalkan kios dan los yang mereka tempati.

"Di lantai II, ada 55 kios kosong semua, begitu juga hampir 70 persen los tidak ditempati pedagang. Kami minta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) melakukan penataan pedagang berdasarkan jenis dagangan," kata Sunarwan.

Ia mengatakan Komisi II juga meminta Disperindag memperbaiki akses jalan menuju lantai II. Kondisi akses jalan tidak layak dan sulit untuk roda dua dan roda empat. Desain akses jalan tidak tidak representatif.

"Kami minta desain akses jalan diubah, supaya kendaraan bisa ke lantai II untuk bongkar muat dagangan," katanya.

Hal yang sama diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Titik Wijayanti dan Septi Nur Anggraeni. Septi meminta Disperindag segera melakukan penataan pedagang berdasarkan komoditas dagangan. Saat ini, penataan dagangan tidak dilakukan dengan baik, sehingga banyak pedagang yang mengeluh barang dagangan tidak laku.

"Pedagang di lantai I mendominasi barang dagangan, sehingga barang dagangan lantai II tidak laku. Hal ini perlu dipikirkan oleh Disperindag," katanya.

Septi mengusulkan pedagang di lantai I merupakan pedagang besar yang sudah memiliki konsumen tetap, seperti pedagang sayur keliling. Untuk menggeliatkan kembali Pasar Bendungan, pedagang besar dipindah ke lantai II.

"Hal ini sangat mendesak segera dilakukan supaya pedagang kecil tidak gulung tikar," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar